Suara.com - Baru-baru ini, Brad Pitt diduga menderita prosopagnosia meskipun belum didiagnosis secara resmi.
Karena, Brad Pitt mengalami tanda-tanda yang mengarah pada prosopagnosis, seperti kesulitan mengenali wajah orang yang sebelumnya dikenal.
"Begitu banyak orang yang membenci saya, karena mereka pikir saya tidak menghormati mereka karena sulit mengenali wajahnya," kata Brad Pitt dikutip dari The Sun.
Prosopagnosia juga dikenal sebagai buta wajah, yang membuat seseorang tidak bisa mengenali wajah seseorang.
Banyak orang dengan prosopagnosia tidak bisa mengenali wajah anggota keluarganya, pasangan atau temannya.
Pada kasus tertentu, penderita prosopagnosia mungkin tidak bisa mengenali wajahnya sendiri di cermin maupun foto.
Tapi dilansir dari Alodokter, mereka mungkin bisa mengatasi kondisi ini dengan cara mengenali orang, seperti mengingat cara berjalannya atau gaya rambut, suara atau pakaian.
Proses mengenal, membedakan dan mengingat wajah seseorang terjadi di temporal otak yang terletak di sisi kiri dan kanan kepala atau dekat telinga.
Saat bagian otak ini terganggu, seseorang akan kesulitan mendeteksi wajah. Prosopagnosia ini pun terbagi menjadi 2 jenis.
Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Inggris Tembus 1.351, Orang Dengan Gejala Dilarang Berhubungan Seks
1. Development prosopagnosia
Prosopagnosia jenis ini terjadi karena kelainan genetik dan biasanya sudah diderita sejak lahir. Mereka biasanya juga memiliki riwayat orangtua atau keluarga dengan gangguan serupa.
Orang yang menderita prosopagnosia biasanya menderita kondisi ini tanpa kerusakan otak. Penyakit ini juga rentan dialami orang dengan gangguan genetik tertentu, seperti autisme, sinddrom Turner dan sindrom Williams.
2. Acquired prosopagnosia
Orang dengan prosopagnosia jenis ini kehilangan kemampuan untuk mengenal dan membedakan wajah seseorang yang dikenal sebelumnya.
Kondisi ini terjadi akibat gangguan otak, seperti stroke, cedera otak dan alzheimer. Risiko seseorang menderita kondisi ini semakin meningkat bila memiliki gangguan kejiwaan, seperti depresi, skizofrenia dan sindrom Asperger.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda