Suara.com - Operasi Bedah Pintas Jantung (Coronary Artery Bypass Graft / CABG) atau yang sering disebut awam dengan istilah Operasi Bypass Jantung adalah tindakan operasi yang dilakukan pada penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK).,
Operasi ini terutama dilakukan pada seorang dengan sumbatan jantung atau penyempitan pada pembuluh darah arteri koroner, baik dengan atau tanpa riwayat serangan jantung sebelumnya.
Pasien yang perlu dilakukan Operasi Bypass Jantung adalah pasien yang sudah tidak bisa ditangani dengan metode penanganan dengan obat-obatan maupun dengan pemasangan stent jantung.
Dalam keterangan yang diterima Suara.com, Selasam (12/7/2022), dilakukannya tindakan Operasi Bypass Jantung / CABG yaitu untuk membuat revaskularisasi atau untuk memperbaiki sirkulasi darah pada otot jantung. Caranya ialah dengan membuat saluran pintas pada pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit.
Saluran pintas yang dipasang atau dicangkokkan pada pembuluh darah jantung tersebut, diambil dari pembuluh darah vena dari kaki atau lengan atau dinding dada.
Penentuan diagnosa secara tepat dan terpadu, adanya Multidisciplinary Team (MDT) operasi jantung yang kompeten & berpengalaman, serta perawatan pasca operasi yang tepat sangat menentukan pemulihan kondisi pasien secara cepat dan aman.
Persiapan dan pelaksanaan Operasi Bypass Jantung / CABG di RS Jantung Diagram – Siloam Hospitals Group dilakukan oleh Multidisciplinary Team (MDT) yang dipimpin oleh Dr Heston G.B. Napitupulu, SpBTKV (K) – D.
Multidisciplinary Team tersebut terdiri dari Dokter Spesialis Jantung & Pembuluh Darah, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Anestesi, Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Dokter Spesialis Gizi Klinik, serta tim Resident Medical Officer / RMO.
Dr Heston G.B. Napitupulu, SpBTKV(K)-D adalah seorang ahli bedah jantung yang sudah sangat berpengalaman melakukan operasi bedah jantung baik operasi bedah bypass jantung maupun operasi jantung yang lain (operasi perbaikan katup jantung, operasi penggantian katup jantung, dll).
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, RS Jantung Diagram – Siloam Hospitals Group selalu mengutamakan keselamatan pasien, termasuk untuk pasien-pasien yang direncanakan akan menjalani operasi bedah bypass jantung.
Setiap pasien yang akan dioperasi, sebelum diputuskan akan dilakukan tindakan operasi, didiskusikan terlebih dahulu oleh Multidisciplinary Team (MDT) melalui forum diskusi medis yang disebut Surgery Conference. Dengan demikian, setiap pasien yang diputuskan untuk menjalani operasi bypass jantung / CABG, sudah melalui tahap evaluasi dari berbagai disiplin ilmu kedokteran, sehingga pasien bisa ditangani secara komprehensif / terpadu.
Operasi Bedah Bypass Jantung / CABG yang dikerjakan di RS Jantung Diagram bisa dilakukan secara on pump (dengan alat Mesin Jantung Paru / Heart Lung Machine) maupun off pump (tanpa alat Mesin Jantung Paru / Heart Lung Machine). Keuntungan operasi bedah bypass jantung secara off pump adalah, pemulihannya lebih cepat dan efek samping pada otak yang minimal.
RS Jantung Diagram menyediakan layanan operasi bedah bypass jantung sejak tahun 2006. Dan terhitung dari tahun 2021 sampai dengan bulan Juli 2022, jumlah operasi bedah bypass jantung di RS Jantung Diagram mencapai lebih dari 100 tindakan, dengan tingkat keberhasilan 98,5 %. Lama rawat inap pasien pasca operasi bedah bypass jantung di RS Jantung Diagram, rata-rata selama 5 sampai 7 hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala