Suara.com - Viral di Twitter obat tidur diduga bisa digunakan untuk membius calon korban pemerkosaan dijual bebas di e-commerce Lazada. Bahkan, unggahan tersebut dilengkapi review pembeli yang disertai video tidak senonoh.
Sontak saja hal tersebut menuai kecaman netizen. Terlebih, obat bius yang diedarkan harusnya tidak bisa dijual bebas terutama di platform online.
Fenomena ini bagikan akun @ciloqciliq di Twitter, yang menceritakan bagaimana dirinya tidak bisa me-report atau melaporkan penjual obat tidur tersebut.
Ia pun meminta masyarakat untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban pemerkosaan, baik perempuan maupun lelaki.
"Serem banget please, harus semakin hati-hati, semoga kita semua dilindungi dari yang jahat," ujar akun tersebut melalui cuitannya lengkap dengan foto dan keterangan unggahan, dikutip Suara.com, Kamis (14/7/2022).
Akun tersebut juga membagikan unggahan akun Instagram @christine.rvl yang mengungkap mudahnya membeli obat tidur tersebut.
Disinyalir, obat tersebut kerap dijadikan alat untuk membuat korban pemerkosaan terlelap, hingga akhirnya tak sadar bahwa ia telah mendapat pelecehan seksual.
"Ternyata r4pe drugs gampang banget dibeli di Indonesia ya. Nggak heran banyak kasus perempuan pergi keluar cuma minum sedikit tapi blackout," ungkap akun tersebut.
"Giliran kena musibah, perempuan lagi yang disalahin. Kejadian kayak gini bisa saja terjadi ke laki-laki. Kalian semua hati-hati ya. Jangan sembarangan take food atau drinks dari orang yang baru dikenal," sambung @christine.rvl lagi.
Baca Juga: SD di Tangerang Bikin Lomba Ganti Baju di Tempat Umum saat MPLS, Picu Kemarahan Warga
Apakah Perempuan Diperkosa Saat Tidur Bisa Hamil?
Menanggapi fenomena tersebut, Dokter Spesialis Kandungan - dr. Ivan Sini, SpOG mengatakan bahwa perempuan tetap bisa hamil meski diperkosa dalam keadaan tidur.
Kata dr. Ivan, organ reproduksi perempuan tetap akan bekerja dan berfungsi, sehingga pengaruh obat tidur tidak akan mencegah kehamilan.
"Jadi kalau orang yang dalam keadaan tidur pun fungsi reproduksi tetap berjalan. Jadi kalau ditanya masih mungkin hamil," ujar dr. Ivan di Mall Kota Kasablanka dalam acara Penerimaan Rekor MURI Morula, Kamis (14/7/2022).
Meski begitu ia menegaskan, penggunaan obat keras seperti obat tidur perlu dalam pengawasan dan sesuai dengan resep dokter, sehingga sangat tidak boleh diberikan sembarangan.
"Dalam hal ini penggunaan obat itu ada guna dan harus dengan indikasi," tutup dr. Ivan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?