Suara.com - Gumoh merupakan hal umum dan normal pada bayi. Ini terjadi ketika bayi memuntahkan sebagian susu saat atau setelah meminumnya.
Namun, gumoh juga ada batasnya. Layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) menjelaskan gumoh terjadi karena sejumlah alasan, seperti alergi makanan dan refluks asam.
Pakar pertolongan pertama di Tiny Hearts Education mengimbau orang tua untuk waspada bila muntahan bayi berwarna hijau tua, muntah proyektil, dan terdapat darah.
Dalam kebanyakan kasus, muntah berwarna hijau tua berarti bayi mengeluarkan cairan yang disebut empedu. Ini menunjukkan bahwa bayi juga bisa mengalami penyumbatan di usus.
Sementara muntah proyektil adalah, dilansir The Sun, ketika muntahan keluar secara kuat dan dipaksa.
Bila sang kecil mengalami muntah proyektil, maka bisa menjadi tanda stenosis pilorus atau ketika makanan tidak bisa memasuki usus kecil pada bayi. Ini adalah kondisi umum pada bayi di bawah satu tahun.
"Suatu kondisi saat lahir di mana saluran dari lambung ke usus telah menyempit, sehingga makanan tidak dapat melewatinya secara mudah. Ini menyebabkan muntah proyektil," tulis NHS.
Red flag lainnya adalah jika terdapat darah pada muntahan bayi. Terkadang bintik-bintik kecil darah atau darah berwarna merah muda yang didapat dari sang ibu.
NHS menyarankan untuk segera memanggil memeriksakan bayi jika mengalami kondisi dia atas dan berulang kali muntah serta tidak dapat menahan cairan.
Baca Juga: Sang Ibu Tak Tahu Cara Menyelamatkannya, Seorang Bayi Membiru dan Tak Sadarkan Diri Akibat Tersedak
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026