Suara.com - Semua sayuran hadir dengan perpaduan unik dari vitamin dan nutrisi. Namun dalam hal mengelola gula darah, ada sayuran tertentu yang mungkin dapat membantu sedikit lebih banyak daripada yang lain.
Pada dasarnya tidak ada sayuran yang berdampak negatif terhadap gula darah. Namun memilih sayuran yang tinggi serat, protein, dan vitamin spesifik lainnya akan sangat membantu menjaga gula darah tetap stabil.
Dilansir dari Eat This, berikut sayuran terbaik untuk gula darah tetap stabil
Brokoli
Serat adalah kunci dalam membantu mengontrol kadar gula darah. Sayuran silangan seperti brokoli, kubis Brussel, dan kembang kol mengandung tinggi serat, rendah gula alami, dan sangat mengenyangkan. Bahkan serat dapat bertindak sebagai prebiotik, yang membantu bakteri baik di usus berkembang.
Selada
Mengonsumsi beragam jenis selada dalam semangkuk salad bisa membantu mengontrol gula darah. Selada merah contohnya, tinggi akan vitamin K yang penting untuk mengelola pembekuan darah.
Di sisi lain penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin K dapat membantu mengurangi risiko diabetes dan meningkatkan regulasi insulin.
Bayam
Baca Juga: Studi Inggris: Makan Buah dan Sayuran Segar Bisa Turunkan Risiko Depresi
Bagi mereka yang ingin mengelola kadar gula darahnya, bayam adalah salah satu sayuran berdaun hijau terbaik yang bisa Anda dapatkan. Satu cangkir bayam mentah menyediakan 7 kalori, 1 gram karbohidrat, 0,9 gram protein, dan 0,7 gram serat dan merupakan sumber vitamin A dan K yang sangat baik, dan sumber vitamin C, folat, serta mangan.
Terong
Sayuran ungu tua ini bisa menjadi makanan sampingan yang ramah gula darah. Setengah cangkir terong matang menyediakan sekitar 18 kalori, 4,3 gram karbohidrat, 0,4 gram protein, dan 1,25 gram serat.
Serat dan protein akan memperlambat seberapa cepat karbohidrat itu akan diserap dalam darah, yang membantu menjaga gula darah. Tapi tentunya olah terong dengan cara yang sehat ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang