Suara.com - Buah beri memiliki banyak manfaat kesehatan yang tak terduga. Sebuah studi ilmiah baru mengungkapkan buah beri ini memiliki banyak vitamin dan nutrisi yang meningkatkan kesehatan lainnya.
Buah beri yang memiliki rasa manis ini bisa mengurangi banyak masalah kesehatan serius, seperti diabetes, katarak, kanker, penyakit jantung, hipertensi dan kegemukan.
Berdasarkan jurnal Foods, para peneliti sangat terkesan dengan manfaat kesehatan dari buah beri merah, termasuk stroberi dan raspberry.
Makalah ini meneliti bagaimana buah merah kaya akan vitamin dan karotenoid, yang merupakan antioksidan untuk melindungi Anda dari penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan Anda.
Bahkan, buah beri ini juga memiliki fenolat yang bisa meningkatkan kemampuan tubuh kita dalam melawan peradangan.
Baru-baru ini, stroberi sebagai salah satu buah beri memiliki sifat antioksidan yang sangat tinggi.
Stroberi juga mengandung magnesium, kalium, kalsium, fosfor, berbagai polifenol (mikronutrien) dan beberapa seng, zat besi, dan serat makanan.
Berikut ini dilansir dari Mirror UK, beberapa manfaat kesehatan dari makan buah beri.
1. Mencegah penurunan kognitif
Baca Juga: Eddy Gombloh Meninggal Karena Sakit Jantung
Menurut sebuah makalah yang diterbitkan dalam Annals of Neurology, ada bukti ilmiah yang kuat bahwa buah beri bisa mempengaruhi otak dan membantu mencegah penurunan kognitif.
Para peneliti memeriksa 6.010 wanita berusia di atas 70 tahun, menemukan bahwa mereka yang makan buah beri, termasuk stroberi mengalami penuaan kognitif yang lebih lambat 2,5 tahun.
Mereka percaya tingkat penurunan kognitif yang lebih lambat terkait dengan peningkatan antosianidin dan asupan flavonoid total melalui asupan buah beri tersebut.
2. Mencegah ISK
ISK adalah infeksi bakteri yang sangat umum, terutama di kalangan wanita. Cranberry yang memiliki sifat anti-inflamasi bisa mengurangi gejala ISK.
Buah ini juga mengandung senyawa flavonoid dan asam fenolik yang bisa membantu menenangkan peradangan dan mengurangi bakteri usus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem