Suara.com - Cacar monyet bukanlah penyakit menular seksual. Walau begitu, wabah yang saat ini terjadi di luar negara endemik sebagian besar menyebar melalui hubungan seksual. Hal itu karena penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak dekat.
Penting untuk waspada dan harus bisa mengenali tanda-tandanya, termasuk pada pasangan seksual. Tujuannya untuk melindungi diri sendiri serta orang lain.
Mengenali gejala cacar monyet
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC mengumumkan gejala yang umum pada penderita cacar monyet, yakni:
- Demam
- Sakit kepala
- Sakit otot dan sakit punggung
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Panas dingin
- Kelelahan
- Gejala pernapasan, seperti sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau batuk
Kebanyakan orang juga akan mengalami ruam yang bisa muncul sebelum, selama, atau setelah gejala mirip flu terjadi.
Dilansir Insider, ruam bisa berada di dekat alat kelamin, anus, tangan, kaki, dada, wajah, atau mulut. Ruam dapat terlihat seperti jerawat atau luka lecet, dan terasa sakit maupun gatal. Setelahnya, akan muncul bisul yang berisi nanah.
Virus monkeypox bisa menyebar sejak gejala dimulai dan dapat terus menyebar sampai semua keropeng mengelupas dengan sendirinya, lalu kulit baru terbentuk.
Bicara pada pasangan dan jangan langsung mendiagnosis cacar monyet sendiri
Bila tanda di atas dialami pasangan, jangan langsung mengatakan bahwa ia menderita cacar monyet. Sebab, gejala yang ada bisa saja disebabkan oleh penyakit lain.
Baca Juga: Tingkatkan Daya Tarik Seksual dari Cairan Vagina yang Digunakan Sebagai Parfum
Sebagai upaya antisipasi, lebih baik hindari berhubungan seks sampai mendapat diagnosis yang benar dari dokter.
"Pesan saya adalah kondisi kulit ini bukanlah hal yang harus Anda coba diagnosis atau atasi sendiri di rumah," kata Dermatologi Kesehatan Global di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Esther Freeman.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga