Suara.com - Anda mungkin pernah mengalami sakit kepala saat orgasme. Sakit kepala orgasme ketika berhubungan seks ini mungkin tidak nyaman.
Sebenarnya sakit kepala ini bisa terjadi kapan saja ketika berhubungan seks, tapi kemungkinan akan menyerang sebelum atau selama orgasme.
Wanita maupun pria sama-sama bisa mengalami sakit kepala orgasme. Namun dilansir dari Daily Star, pria 4 kali lebih berisiko mengalami sakit kepala ketika berhubungan seks.
Sakit kepala ini biasanya berlangsung 5 menit sampai 5 jam. Meskipun terasa sangat menyakitkan, biasanya kondisi ini merupakan tanda masalah kesehatan serius.
Anda harus tahu ada dua jenis sakit kepala seksual, seperti sakit kepala pasca-koitus atau orgasme dan sakit kepala seksual jinak.
Sakit kepala orgasme dipicu oleh lonjakan tekanan darah dari gairah dan aktivitas yang menyebabkan pembuluh darah di tubuh Anda melebar dan mengalirkan oksigen ke organ Anda.
Kondisi itulah yang memicu sakit kepala orgasme thunderclap instan, dikenal sebagai sakit kepala primer karena tidak disebabkan oleh masalah mendasar.
Sakit kepala seksual jinak disebabkan oleh penumpukan ketegangan di leher dan otot kepala yang menyebabkan rasa sakit berdenyut di pangkal leher Anda.
Meskipun jarang terjadi pada beberapa kasus, sakit kepala ini bisa menjadi tanda awal dari aneurisma otak.
Aneurisma otak terjadi ketika pembuluh darah yang melemah di otak pecah. Sebagian besar sakit kepala akibat kondisi ini sangatlah normal.
Jika tidak sehat atau kelebihan berat badan, Anda berisiko lebih tinggi mengalami sakit kepala jenis ini.
Bila Anda mengalami sakit kepala orgasme, langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap diam dan mencoba mengatur pernapasan Anda.
Semakin cepat Anda menurunkan tekanan darah, semakin cepat rasa sakit ini hilang karena aliran darah Anda ke pembuluh darah yang membesar ini akan melambat.
Jika Anda mengalami sakit kepala ketegangan seksual jinak, komunikasikan dengan pasangan atau pastikan Anda menghilangkan stres sebelum berhubungan seks.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?