Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) sebuah rumah sakit setelah mengalami reaksi alergi sampo. Hal tersebut ia utarakan di media sosial Instagram pribadinya.
"Memang benar tadi pagi saya ke UGD karena mata saya bengkak, alergi. Karena tadi malam saya pakai sampo yang juga sekaligus penghitam rambut. Sebelumnya saya sudah pakai jenis sampo itu dua kali, gak apa-apa," kata Hotman, dikutip Rabu (10/8/2022).
"Tapi tadi malam gue pake, paginya mata gue bengkak kalau alergi. Tapi sesudah saya makan obat alergi enam jam, ini sudah baikan lagi. Sehat wal afiat, tidak dirawat dan sekarang mau rapat," tambahnya.
Dilansir dari Very Well Health, bagi beberapa orang, pewangi serta bahan kimia dalam sampo bisa memberikan reaksi alergi yang beragam mulai dari bersin, gatal hingga iritasi.
Lebih lanjut, reaksi alergi akibat penggunaan sampi juga terbagi dalam tiga tahap yaitu reaksi ringan, reaksi sedang dan reaksi parah.
Alergi sampo bisa tergantung kandungan kimianya. Jenis alergi paling umum dalam 24 sampai 48 jam di antaranya:
- Kulit merah pada leher, wajah, dan tangan
- Munculnya ketombe
- Bersin
- Sensasi terbakar dan gatal
- Bengkak pada wajah dan mata
- Sensitif pada sinar matahari
Apa yang harus dilakukan?
Jika rekasi alergi muncul 24 sampai 48 jam setelah penggunaan sampo, setop penggunaannya dan jangan tunggu alergi muncul lagi serta dapatkan pertolongan ahli sesegera mungkin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh