-
Sultan Brunei resmi mencabut gelar kehormatan menantunya karena dianggap mencederai marwah kerajaan.
-
Detail pelanggaran Pengiran Raabi'atul Adawiyyah masih dirahasiakan oleh pihak pengurus rumah tangga istana.
-
Sebelum gelarnya dicopot, sosok mantan menantu raja ini dikenal berprestasi di bidang sains dan agama.
Suara.com - Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mengambil langkah tegas mencopot gelar kehormatan menantunya akibat tuduhan pelanggaran etika istana. Keputusan mendadak ini langsung menghapus posisi sosial Pengiran Raabi'atul Adawiyyah dari lingkaran kekeluargaan kerajaan.
Tindakan keras penguasa Kesultanan Brunei tersebut menyasar istri Pangeran Abdul Malik yang selama ini dikenal sebagai sosok berprestasi. Pencabutan status resmi tersebut berlaku seketika sejak diumumkan kepada khalayak luas.
Sikap tegas monarki ini memperlihatkan standar ketat aturan perilaku bagi anggota keluarga kekaisaran tanpa pengecualian. Pihak istana menilai tindakan sang menantu telah mencoreng nama baik dinasti bangsawan.
Laporan media resmi RTB News menyebutkan bahwasanya evaluasi perilaku Raabi'atul dianggap tidak mencerminkan marwah bangsawan. Sikap tersebut dinilai melukai reputasi kerajaan sekaligus menunjukkan ketidakhormatan kepada penguasa Brunei.
Perwakilan istana memberikan pernyataan singkat terkait keputusan krusial yang mengejutkan publik tersebut.
Pelaksana Tugas Pengurus Rumah Tangga Istana, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menegaskan dasar dari keputusan mengejutkan ini.
"Pencabutan ini dilakukan menyusul titah kerajaan dari Sultan Hassanal Bolkiah," tegasnya.
Meskipun vonis royal telah dijatuhkan, otoritas istana memilih merahasiakan detail pelanggaran spesifik yang memicu kemarahan raja. Tidak ada riwayat penjelasan resmi mengenai insiden khusus yang mendasari sanksi disiplin tersebut.
Masyarakat kini berspekulasi terkait kelanjutan nasib mantan menantu raja setelah kehilangan hak-hak istimewanya. Pihak istana belum mengonfirmasi kemungkinan adanya sanksi tambahan atau hukuman pengasingan bagi Raabi'atul.
Baca Juga: Tampil Sederhana di Wisuda Anak, Kekayaan Sultan Hassanal Bolkiah Jadi Sorotan Dunia
Peristiwa ini mengubah total perjalanan hidup sosok yang dipersunting Pangeran Abdul Malik dalam pesta kemewahan mendunia. Padahal, Raabi'atul sebelumnya memiliki rekam jejak yang mengagumkan di mata publik.
Wanita kelahiran 27 Oktober 1992 ini merupakan putri kedua dari pasangan bangsawan Pengiran Haji Bolkiah dan Pengiran Hajah Noor'aismah. Ia tumbuh dalam keluarga besar dengan sembilan saudara, termasuk kakaknya yang bekerja di maskapai Royal Brunei Airlines.
Perjalanan pendidikannya dimulai di Al-Falaah School sejak berusia enam tahun pada 1997 hingga 2003. Ia kemudian melanjutkan jenjang sekolah menengah di Rimba I, Menglait, serta Rimba Secondary School.
Di luar pendidikan formal, Raabi'atul menguasai keahlian teknologi informasi dan mengukir prestasi sebagai juara membaca Alquran. Kemampuannya di bidang TI membawanya bekerja sebagai System Data Analyst di BAG Networks pada 2012.
Kariernya berlanjut menjadi instruktur TI di HAD Technologies pada 2013 setelah mengantongi berbagai sertifikasi internasional. Ia juga memegang sertifikat Microsoft Office Specialist, Adobe Certified Certificate, hingga menuntaskan ICT Youth Development Programme.
Sejak belia, kepiawaian keagamaannya terasah lewat ajang Tilawah Alquran serta kepemimpinan di sekolah agama Berakas. Ia menggemari olahraga badminton, squash, serta rutin mendalami literatur tentang perempuan Islam.
Langkah penanggalan gelar kehormatan ini menjadi dinamika langka dalam sejarah internal Kesultanan Brunei Darussalam. Keputusan kerajaan ini menyita perhatian publik internasional mengingat posisi mulia yang sebelumnya disandang sang menantu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Gugat Prosedur Tapi Abaikan Substansi, Strategi Febrie Adriansyah Dinilai Gagal Yakinkan Publik
-
Aktivis Ngaku Dicekik Kades Saat Demo Tolak Utang Rp786 Miliar di Gedung DPRD
-
Jelang HUT RI ke-81, Peternak DIY Gerah: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
-
Sosok Raabi'atul Adawiyyah, Menantu Sultan Brunei Juara Baca Al Quran Kehilangan Gelar Bangsawan
-
Danantara Mau Beli Saham BEI, Demutualisasi Masih Jadi Tanda Tanya
-
Pemerintah Gagap Komunikasi: Bikin Aturan Dulu, Gaduh Kemudian
-
Mengapa Menjaga Hutan Papua Tak Cukup Mengandalkan Konservasi?
-
Jelang Reshuffle, PKB Serahkan Sepenuhnya Pilihan Menteri kepada Prabowo
-
Beyond the Search Bar! Runtuhnya Berhala Metrik, Munculnya Ekosistem Jurnalisme Tanpa Sekat
-
20 Ucapan Selamat Hari Pramuka Bahasa Inggris dan Artinya