Suara.com - Anemia merupakan gangguan kesehatan yang terjadi ketika rendahnya jumlah sel darah merah dalam tubuh. Kondisi ini akan membuat hemoglobin Anda berusaha lebih keras untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Penyebab anemia umumnya disebabkan karena kekurangan asupan zat besi yang menimbulkan tubuh terasa mudah lelah, lemas, jantung berdebar, sakit kepala, sesak napas dan lain sebagainya. Untuk mengatasi permasalahan ini, Anda dapat mengonsumsi makanan penambah darah.
Berikut ini daftar makanan penambah darah yang bisa membantu Anda mengatasi anemia, dirangkum dari Healthline.
1. Sayuran Hijau
Zat besi banyak terkandung dalam sayuran hijau seperti bayam, brokoli, seledri, sawi dan lain sebagainya. Anda disarankan untuk memasak sayuran hijau terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya agar zat besi dapat mudah terserap dalam tubuh.
Tak hanya itu sayuran hijau kaya akan vitamin A, vitamin c, vitamin B kompleks, vitamin B12, magnesium, asam folat, dan berbagai macam nutrisi lainnya yang baik sebagai konsumsi makanan pokok harian Anda.
2. Buah Kurma dan Kismis
Kurma dan kismis memiliki kandungan zat besi dan vitamin C yang baik untuk meningkatkan kadar hemoglobin untuk memperlancar penyebaran oksigen ke seluruh tubuh. Anda juga dapat mencampurkan beberapa makanan lainnya atau dengan mengonsumsi langsung kurma dan kismis.
3. Daging Unggas
Baca Juga: Cukupi Kebutuhannya, Ini 5 Manfaat Zat Besi yang Penting untuk Anak
Daging unggas atau daging merah menjadi sumber zat besi yang dianjurkan untuk dikonsumsi untuk penderita anemia atau kekurangan darah. Dalam 100mg daging unggas seperti bebek dan ayam, maka Anda telah memenuhi 12 persen asupan zat besi harian Anda.
4. Jeroan
Jeroan seperti hati, ginjal, otak dan jantung hewan kaya akan kandungan zat besi. Meski demikian jeroan tidak baik dikonsumsi secara berlebihan karena mengandung kolesterol yang tinggi.
5. Kacang dan Biji-bijian
Kacang dan biji-bijian kaya akan sumber zat besi seperti kacang kedelai, biji bunga matahari, kacang mete dan lain sebagainya. Selain sebagai sumber zat besi, kacang dan biji-bijian mengandung kalsium yang tinggi yang baik untuk kesehatan tulang.
Demikian ulasan singkat seputar 5 makanan penambah darah yang dapat mengatasi dan mencegah anemia. Semoga dengan informasi di atas, Anda dapat mengetahui beberapa jenis makanan penambah darah.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital