Suara.com - Seorang perempuan yang meninggal dunia sehari setelah pernikahannya berhasil menyelamatkan tiga nyawa setelah organ dalam tubuhnya disumbangkan oleh sang suami.
Dilansir South China Morning Post, perempuan bermarga Zhang tersebut menderita pendarahan otak sehari setelah pernikahan dan meninggal di rumah sakit.
Tentu saja, kematian perempuan dari daerah Fupindi provinsi Shaanxi, barat laut China itu menjadi mimpi buruk bagi keluarganya, terutama suami yang baru saja menikahinya.
Meski masih berduka, mereka membuat keputusan untuk mendonorkan organ tubuhnya untuk membantu menyelamatkan nyawa orang lain dan mengatakan itulah yang diinginkan Zhang.
"Zhang telah mengatakan bahwa dia ingin menyelamatkan orang dengan membuat sumbangan organ jika sesuatu terjadi padanya," kata keluarga Zhang kepada koordinator sukarelawan di rumah sakit.
Suami dan orangtua perempuan itu pun setuju untuk menyumbangkan organnya di tempat dan mengisi dokumen yang diperlukan.
Para dokter, perawat, dan sukarelawan yang hadir pada saat itu terharu hingga meneteskan air mata oleh kemurahan hati keluarga Zhang. Setelah organnya berhasil diangkat oleh tim yang terdiri dari enam dokter, nyawa tiga orang pun terselamatkan.
"Organ yang dia sumbangkan menyelamatkan orang asing yang membutuhkan, bermanfaat bagi orang lain dan masyarakat. Saya sangat bersyukur, meskipun masih dipenuhi dengan kesedihan. Mungkin suatu hari nanti saya akan menemukan bayangannya di keramaian di suatu tempat di kota," kata suaminya.
Kemurahan hati keluarga Zhang menyentuh warganet di China setelah cerita itu dilaporkan, dengan banyak menuliskan pujian untuk Zhang dan keluarganya.
Baca Juga: 4 Ujian yang Akan Dialami Pasangan Sebelum Menikah, Hati-Hati!
"Gadis yang baik, Surga akan menaburkan pelangi yang indah untukmu," tulis satu orang.
Yang lain menulis, "Malaikat sepanjang jalan. Semoga tidak ada rasa sakit di Surga."
"Donor organ adalah cara hidup setelah kematian," kata yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia