Suara.com - Update Covid-19 global mengabarkan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong un, mengalami 'demam' selama pandemi Covid-19.
Mengutip BBC, saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menyalahkan Korea Selatan atas wabah demam di negaranya. Menanggapi ini, Korea Selatan menolak klaim itu karena dianggap tak berdasar.
Selain itu, Kim Yo Jong juga membicarakan saudara lelakinya yang berhasil memenangkan pertempuran negara melawan Covid-19.
Dalam pidatonya, Kim Yo Jong juga mengatakan saudara lelakinya sempat sakit parah dengan gejala demam, di saat negaranya sedang berjuang melawan Covid-19.
"Meskipun dia sakit parah dengan demam tinggi, dia tidak bisa berbaring sejenak memikirkan orang-orang yang harus ia jaga sampai akhir tahun, menghadapi perang anti-epidemi," ungkap Kim Yo jong.
Kim Yo jong juga memuji kegigihan tak tergoyahkan dari Korea Utara melawan Covid-19, dengan mayoritas pasien yang terinfeksi bergejala demam.
Ia juga mengklaim, di Korea Utara hanya ada 74 kematian akibat virus, meskipun jumlah tes di negara itu masih terbatas, dan kini pembatasan sudah dicabut.
Data Worldometers, Sabtu (13/8/2022) mencatat infeksi baru masih bertambah ratusan ribu kasus baru sehari, dengan ribuan orang yang baru saja meninggal dunia.
Kini total yang sudah terinfeksi ada 593 juta orang dan 6,4 juta diantaranya meninggal dunia. Jumlah orang yang bisa menularkan virus atau kasus aktif tercatat masih ada 21,2 juta orang.
Baca Juga: Korea Utara Menang Lawan Covid-19, Kim Jong Un Bakal Cabut Aturan Pembatasan Mobilitas
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia