Suara.com - Tekanan darah mengacu pada jumlah tekanan darah pada mendorong dinding arteri ketika darah dipompa oleh janyung ke seluruh tubuh.
Ketika tekanan naik, kondisi ini disebut dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan.
Tekanan darah juga bisa meningkat secara mendadak.
Gejala naiknya tekanan darah mendadak bisa berupa vertigo, sakit kepala parah, sakit dada, peningkatan detak jantung secara tiba-tiba, penglihatan kabur, mimisan, kesulitan bernapas, dan telinga berdenging (tinnitus).
Seseorang harus mengetahui bagaimana cara mengelola tekanan darah, serta faktor apa yang dapat memicu kondisi tersebut.
Tidak hanya itu, kita juga perlu tahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba.
Dilansir The Health Site, berikut cara menurunkan tekanan darah secara cepat:
- Rileks atau santai
- Menjauh dari keramaian. Ketika merasa tekanan darah melonjak secara tiba-tiba, perdilah ke tempat yang hanya ada sedikit orang
- Duduk
- Pindah ke tempat dengan sirkulasi udara baik atau terdapat udara segar
- Gunakan teknik pernapasan ekstensif untuk mengembalikan jantung ke tingkat normal
- Minum air atau cairan
- Biarkan tubuh beristirahat
Namun, cara tersebut hanya dipraktikkan untuk mengelola lonjakan tekanan darah mendadak. Jadi, jangan menganggapnya sebagai tindakan pengobatan.
Disarankan untuk segera menemui dokter bila tekanan darah tidak menurun atau terjadi dalam waktu lama.
Baca Juga: Viral Wanita Baru Melahirkan Meninggal Usai Balap Karung, Ini Lho Bahayanya Hipertensi!
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya