Suara.com - Sebanyak 650 kasus bunuh diri di Inggris setiap tahun diduga terkait dengan pekerjaan, menurut penelitian baru. Angka itu setara dengan 10 persen dari total tahunan.
Di negara-negara seperti Jepang, Prancis, dan AS, bunuh diri terkait pekerjaan diakui secara hukum. Tetapi ini tidak terjadi di Inggris sehingga data seputar pekerjaan tidak dicatat.
Di AS, ini telah diakui secara hukum sejak 1992. Para ahli sekarang percaya dengan tertinggal dalam data ini, karyawan berisiko dengan kebutuhan kesehatan mental mereka tidak terpenuhi.
Sarah Waters, seorang profesor di Universitas Leeds yang meneliti bunuh diri terkait pekerjaan, mengatakan kepada Virtual College: 'Dengan tidak mencatat berapa banyak kasus bunuh diri setiap tahun yang terkait dengan pekerjaan, dan sebaliknya memperlakukan mereka sebagai masalah kesehatan mental individu yang tidak ada hubungannya dengan tempat kerja, Inggris gagal dalam tugas pencegahan bunuh diri.
Menyangkal bahwa ada masalah sosial atau mengklaim bahwa itu terlalu rumit tidak membuat masalah sosial itu hilang. Sebaliknya, itu berarti bahwa peluang untuk mencegah bunuh diri lebih lanjut terlewatkan.
'Jika pemicu di balik setiap bunuh diri tidak diselidiki sepenuhnya, mereka kemungkinan akan terus menimbulkan risiko serius bagi kesehatan dan kehidupan karyawan lain di perusahaan atau organisasi yang sama.'
Studi menunjukkan peningkatan beban kerja memengaruhi kesehatan mental, yang mengarah ke lebih banyak bunuh diri terkait pekerjaan.
Ini terjadi pada saat badan amal Mind telah membagikan bahwa sekitar sepertiga orang dewasa dan anak muda mengakui bahwa kesehatan mental mereka sekarang lebih buruk daripada sebelum Maret 2020.
Pandemi dan efek lanjutannya, yang terus berlanjut hingga krisis keuangan yang dihadapi orang Inggris saat ini, telah mengakibatkan lebih banyak kasus kelelahan dan kesejahteraan yang buruk.
Baca Juga: Seorang Wanita Tewas Usai Terjun Dari Lantai 7 Mal Kuningan City Jaksel
Sarah yakin masih terlalu dini untuk mengetahui skala penuh dampak di sini, tetapi ada tekanan ekstra pada tenaga kerja Inggris – dengan hasil yang merugikan dalam beberapa kasus.
Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon 021 9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?