Suara.com - Gangguan pembekuan darah, yang juga disebut hiperkoagulasi atau trombofilia, merupakan suatu kondisi yang melibatkan pembekuan darah secara berlebihan dalam tubuh.
Sebenarnya, dalam kondisi umum, pembekuan darah dapat terjadi kapan saja dan tidak mengancam jiwa. Ketika tubuh terluka, tubuh secara otomatis akan menghentikan pendarahan dengan membentuk gumpalan darah.
Proses tersebut bertujuan untuk mencegah tubuh tidak kehilangan banyak darah, lapor The Health Site.
Namun, terlalu banyak terjadi pembekuan darah bisa berakibat fatal dan menyebabkan masalah kesehatan parah.
Hiperkoagulasi dapat menyebabkan pembekuan darah tidak biasa, yang dapat memblokir arteri dan vena. Kondisi ini dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, nyeri kaki parah, ketidakseimbangan, dan kelumpuhan lengan serta kaki.
Gejala gangguan pembekuan darah bervariasi sesuai jenisnya. Namun, beberapa tanda bisa tidak disadari penderitanya.
Seseorang yang menderita gangguan pembekuan darah mudah mengalami memar, pendarahan berlebihan yang terjadi dalam waktu lama hanya dari luka kecil.
Selain itu, penderita juga mungkin sering mimisan, ketidaknyamanan dada atau nyeri dada, sesak napas, bercak hitam, kulit pucat, dan nyeri serta bengkak di kaki.
Gangguan pembekuan darah harus mendapat pengobatan untuk mencegah komplikasi yang disebabkannya.
Baca Juga: Cerita TKW Asal Cianjur Dipaksa Bekerja oleh Agensi di UEA hingga Alami Pendarahan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien