Suara.com - Cacar monyet merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, baik tua maupun muda termasuk para penderita diabetes.
Dikatakan oleh Dr. Jeffri Aloys Gunawan, penderita gangguan imun seperti khususnya diabetes berisiko mengalami infeksi parah ketika terkena cacar monyet.
Meski demikian, penderita diabetes yang terpapar virus cacar monyet juga memiliki harapan sembuh dan pulih yang tinggi.
Hanya saja penting untuk tetap menjalani protokol kesehatan agar terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox tersebut.
Dikutip dari siaran pers mGanik, Senin (29/8/2022), berikut 10 langkah yang bisa dilakukan penderita diabetes agar terhindar dari infeksi cacar monyet.
- Vaksinasi bisa dengan vaksin cacar air. Vaksin spesifik monkeypox masih terbatas pada uji klinis
- Hindari kontak dengan hewan yang terinfeksi (terutama hewan yang sakit atau mati)
- Hindari kontak dengan tempat tidur dan bahan lain yang terkontaminasi virus
- Masak dengan matang semua makanan yang mengandung daging atau bagian hewan
- Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir
- Hindari kontak dengan orang yang mungkin terinfeksi virus
- Lakukan seks aman, seperti menggunakan kondom
- Memakai masker yang menutupi mulut dan hidung saat berada di sekitar orang lain
- Bersihkan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh
- Gunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat orang yang terinfeksi virus.
"Selain itu cegah kontak cairan tubuh, tidak makan bersama dengan pasien yang terpapar virus cacar monyet, dan pastikan gula darah tetap terkontrol," pungkas Dr. Jeff.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius