Suara.com - Melahirkan jadi momen yang ditunggu ibu untuk bertemu dengan bayinya. Persalinan bisa dilakukan normal melalui vaginal atau pun dengan operasi sesar.
Selain kondisi kesehatan ibu, posisi janin di dalam rahim juga sangat menentukan proses persalinan.
"Lahiran secara normal yang ideal adalah kepala bayi ada di bawah, bokongnya di atas," kata dokter umum dr. Jeffry Kristiawan, dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter.
Ada empat posisi janin dalam rahim yang paling sering terjadi dan sangat mempengaruhi proses persalinan. Berikut pemaparan dokter Jeffry:
1. Posisi Anterior
Posisi janin anterior menandakan kepalanya sudah berada di panggul ibu dan wajahnya menghadap ke belakang atau punggung ibu. Dokter Jeffry menyebut kalau posisi ini yang paling ideal untuk janin lahir secara normal.
"Punggung bayi akan nempel dengan perut ibu. Ini posisi yang paling enak untuk lahiran normal karena kepala bayi akan lebih mudah untuk turun. Kemudian mendorong mulut rahim untuk terjadi pembukaan," jelasnya.
2. Posisi Posterior
Pada posisi ini kepala bayi juga sudah ada di panggul, hanya saja wajahnya menghadap ke arah perut ibu. Sedangkan bagian punggung janin berhadapan juga dengan punggung ibu.
Baca Juga: 5 Mitos Tentang Kondis Ibu Hamil yang Jadi Pertanda Jenis Kelamin Janin
"Posisi yang sebenarnya kurang ideal meskipun sama-sama kepala bayi ada di bawah. Nanti ketika usia semakin bertambah, ketika bayi sudah semakin besar dia akan turun ke panggul, ibunya ada kontraksi juga, bayi ini biasanya akan memutar posisinya jadi seperti posisi interior," kata dokter Jeffry.
Tetapi apabila posisi bayi tetap sama, sebenarnya masih bisa diupayakan dilahirkan secara normal. Namun, menurut dokter Jeffry, agak sulit karena kepala bayi akan lebih susah keluar akibat tersangkut, meskipun sudah berada di bawah.
3. Posisi Melintang
Posisi melintang menempatkan kepala ada di salah satu sisi perut ibu dan kakinya di sisi seberangnya. Bila sampai waktu persalinan posisi janin masih seperti ini, dokter hanya akan merekomendasikan melahirkan secara sesar.
4. Posisi Sungsang
Sungsang menandakan kepala bayi masih ada di atas. Posisi sungsang sendiri terbagi menjadi beberapa tioe. Di antaranya, bokong bayi ada di bawah dan kedua lutut dalam posisi lurus mendekati kepala, bokong di bawah dan salah satu atau kedua lutut tertekuk, dan salah satu atau kedua kaki berada di bawah bokong.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?