Faktornya tentunya multi faktorial, tidak satu-satu yang saling mempengaruhi. Artinya kita bisa bisa saling tumpang tindih ya beberapa faktor tersebut.
Pertama, masalah hormon, rendahnya hormon estrogen karena faktor genetik. Karena rendahnya hormon estrogen, padahal itu berperan dalam penebalan dinding rahim bagian endometrium.
Mungkin juga lifestyle, pola hidup. Sehingga estrogen ini terlalu rendah, otomatis tidak bisa memberikan peranan yang bagus dalam penebalan rahim. Riwayat pembedahan seperti operasi caesar, kuret, atau mungkin pernah keguguran atau pernah ada polip, itu juga bisa menyebabkan penipisan rahim.
Bagaimana cara tahu punya rahim tipis?
Sederhana yang bisa dilakukan tentu dengan pemeriksaan dokter melalui USG. Lebih baik lagi USG dengan melalui Trans vagina untuk yang sudah aktif berhubungan. USG ini akan melihat lebih jelas, gambar yang lebih jelas wastingnya.
Dimasukkan seperti tongkat kecil. Nanti dimasukkan ke dalam Miss V untuk melihat gambaran lebih jelas. Kalau USG perut bisa, cuman karena kadang-kadang dihalangi ketebalan lemak perut, otot perut dan lain sebagainya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?