Suara.com - Tanya pakar kali ini membahas rasa cemas karena pemberitaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kasus KDRT yang dialami Lesti Kejora oleh suaminya Rizky Billar, membuat banyak perempuan mengalami kecemasan karena takut mengalami hal serupa.
Kondisi kecemasan ini berupa curiga pada suami atau kekasihnya berselingkuh, takut menikah karena khawatir calom suami kasar atau KDRT maupun selingkuh.
"Kecemasan itu sebenarnya muncul karena ada kebutuhan ada yang tidak terpenuhi loh, karena kondisi kemaren kebutuhan dilindungi, merasa aman, lalu muncul cemas," ujar Perawat Kesehatan Jiwa dari Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa (IPKJ), Evin Novianti dalam acara Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2022 di Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/10/2022).
Berikut ini sesi tanya jawab dengan Perawat Kesehatan Jiwa, Evin seputar kasus KDRT membuat seseorang takut dan cemas pada pasangan, dalam petikan wawancara sebagai berikut:
Kenapa ketika melihat KDRT malah jadi cemas dan takut pada pasangan?
KIta nggak bisa membendung pikiran orang, kalau dia ke-trigger seperti itu, jadi emang sedang ada masalah sebenernya.
Jadi ada tipe orang yang A dan B, ada tipe orang dia stres dari luar dia kuat. Tapi ada orang yang itu (KDRT) masalah orang tapi jadi ketrigger sama dia, itu berarti dia terhadap respon stresnya cepat banget.
Orang-orang yang seperti ini harus berhati-hati, rata-rata terjadi pada orang yang tertutup, tidak terbuka atau tidak open sama orang lain.
Baca Juga: Akhirnya Terkuak! Lesti Kejora Alami Luka di Bagian Ini Cukup Serius
Bagaimana cara menghilangkan ketakutan dan cemas pada pasangan karena kasus KDR
Kalau seperti itu, tanya dulu diri sendiri, kamu tuh butuh bantuan nggak sih, atau kamu masih bisa menangani itu sendiri. Kalau butuh bantuan cepat ngomong, atau orang lain yang menilai kamu kayaknya butuh bantuan deh.
Kalau merasa nggak kuat nahan kecemasannya gimana?
Ngomong aja, tetap jangan sampai juga mempengaruhi kehidupan dia sampai nggak bisa makan, nggak bisa masak, akhirnya mempengaruhi dia men-trigger dia.
Apa yang harus dilakukan pasangan yang dilakukan bisa lakukan KDRT?
Bilang kalau dia punya orang lain yang masih bisa membantu dia, yang penting support-nya dulu. Orang akan merasa seperti itu (cemas) kalau dia merasa supportnya kurang.
Jadi yakinkan dia kalau dia nggak sendirian, kalau kamu seperti itu aku akan mendukung kamu.
Berita Terkait
-
Dituduh Selingkuh dengan Asila Maisa, Rizky Billar Siap Polisikan Akun Penyebar Hoaks
-
Selebgram Wasmah Syirin Akui Jadi Korban KDRT, Sebut Proses Cerai Dipersulit Suami
-
Perempuan NasDem Lawan KDRT Lewat Film: Kekerasan Bukan Aib, Jangan Diam
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
376 Ribu Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Setahun, Indonesia Masih Darurat KDRT
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya