Suara.com - Indonesia jadi salah satu negara dengan kasus kanker paru tertinggi, karena aktivitas merokok dan gaya hidup tidak sehat. Maka tanya dokter kali ini membahas kemungkinan seseorang hidup dengan satu paru.
Operasi pengangkatan paru jadi salah satu tindakan pengobatan kanker paru, tujuannya menghindari sel kanker menyebar ke seluruh tubuh.
"Jadi saat diperiksa saturasi oksigen aman, tekanan darah tinggi baik, dan semuanya aman, tapi di paru terdeteksi sel tumor ganas yang bisa menyebar, jadi kita bedah dan angkat, dioperasi," ujar dr. Jaka dalam acara diskusi IG Live ersama Shahnaz Haque di @cancerclubcisc dikutip suara.com, Sabtu (5/11/2022).
Berikut ini sesi tanya jawab dengan dr. Jaka seputar kanker paru dan potensi manusia hidup dengan satu paru, dalam petikan wawancara sebagai berikut:
Jadi, dokter bisakah manusia hidup dengan satu paru?
Bisa. Banyak pasienku hidup dengan satu paru bisa.
Memang sebenarnya jumlah paru manusia itu ada berapa dok?
Kalau untuk paru sendiri, sebetulnya itu yang kanan dia terdiri dari 3 lobus, jadi ada 3 paru yang lebih kecil. Kiri itu ada 2 paru yang lebih kecil.
Tapi idealnya, saat ada kanker satu paru kanan atau kiri akan langsung diangkat?
Kadang-kadang kita kalau operasi, kita hanya ambil di satu area aja, jadi masih ada dua di kanan, dan dua di kiri.
Jadi bukan berarti kalau diambil lalu diambil semua, enggak kok. Atau juga ambil sedikit di area situ saja, jadi ada beberapa teknik.
Berita Terkait
-
Inovasi Terapi Kanker Kian Maju, Deteksi Dini dan Pengobatan Personal Jadi Kunci
-
Bukan Cuma Penyakit Orang Tua, Ini 5 'Jurus Sakti' Biar Gak Kena Pneumonia
-
Dikira 'Lebih Aman', Dokter Paru Ungkap Vape Punya Bahaya yang Sama Ngerinya dengan Rokok
-
Atap Asbes Bisa Picu Kanker, Ini 5 Alternatif Lain yang Lebih Aman dan Awet
-
Vape Bukan Alternatif Aman: Ahli Ungkap Risiko Tersembunyi yang Mengintai Paru-Paru Anda
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini