Suara.com - Indonesia kembali diselimuti duka, Ki Joko Bodo meninggal dunia saat menjalankan ibadah salat di musala. Belakangan diketahui mantan paranormal kondang itu punya riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Kabar meninggalnya Ki Joko Bodo terungkap melalui postingan dari Ki Prana Lewu di Instagram Story beberapa menit lalu.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, selamat jalan Ki Joko Bodo," tulis Ki Prana Lewu pada Selasa (22/11/2022).
Hipertensi adalah besarnya kekuatan aliran dadah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah atau arteri.
Mengutip Hello Sehat, karena hipertensi mendorong arteri terus menerus maka bisa membahayakan tubuh dan kesehatan karena aliran darah bisa terganggu akibat pecahnya arteri. Ngerinya, jika pendarahan terjadi di otak dan orang tersebut bisa alami stroke.
Sayangnya hipertensi pada umumnya tidak menimbulkan gejala. Hasilnya sebagian besar orang tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki darah tinggi, dan bila tidak rutin melakukan cek tekanan darah hipertensi sulit dikendalikan.
Lalu jika tidak dikenalikan atau dibiarkan bukan tidak mungkin bisa menyebabkan berbagai penyakit kronis lainnya atau disebut juga komplikasi hipertensi.
Berikut beberapa komplikasi hipertensi yang mungkin terjadi:
1. Masalah pada pembuluh arteri, seperti aneurisma, yakni tonjolan berbentuk balon yang terbentuk di pembuluh darah otak akibat melemahnya pembuluh darah. Sekilas tonjolan ini tampak seperti buah beri yang tergantung, tapi jika sudah pecah bisa menyebabkan stroke mendadak bahkan kematian.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Ki Joko Bodo, Mantan Paranormal yang Meninggal Setelah Beberapa Tahun Hijrah
2. Masalah pada jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, atau penyakit pada jantung lainnya. Penyakit jantung terjadi karena aliran darah ke jantung terganggu sehingga jika pasokan darah berkurang atau bahkan tidak ada jantung tidak bekerja dan menyebabkan gagal jantung.
3. Stroke, yakni pendarahan di otak akibat kecelakaan atau pembuluh darah pecah, sehingga fungsi tubuh terganggu, seperti tangan, kaki, hingga mata tidak bisa bergerak atau melihatm.
4. Masalah pada ginjal, karena hipertensi membuat ginjal bekerja ekstra keras menyaring darah yang mengalir cepat, sehingga ginjal yang terus dipaksa bekerja keras bisa rusak.
5. Kerusakan mata, bukan hanya otak yang bisa alami stroke, stroke mata juga bisa terjadi atau istilah medisnya disebut oklusi arteri retina, dan pengidapnya terancam kebutaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian