- Sekelompok pemuda melakukan perundungan terhadap transpuan dengan menyiramkan cairan di Kota Bogor pada Kamis, 16 Juli 2026.
- Aksi persekusi tersebut dilaporkan terjadi di beberapa lokasi berbeda, seperti kawasan BTM, Pasar Anyar, hingga Terminal Bubulak.
- Tindakan main hakim sendiri tersebut berpotensi melanggar ketentuan hukum pidana terkait penghinaan serta perbuatan tidak menyenangkan bagi korban.
Suara.com - Sebuah video berisi aksi perundungan terhadap kelompok transpuan atau waria di Kota Bogor menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial pada Kamis (16/7/2026).
Video yang diunggah oleh akun media sosial wtfolk.id itu memperlihatkan sekelompok pemuda mengejar dan menyiramkan cairan yang diklaim sebagai air kencing ke arah seseorang yang diduga waria.
Peristiwa yang direkam pada malam hari itu terjadi di kawasan yang menyerupai pasar atau area pedagang kaki lima dengan deretan lapak beratap terpal biru dan oranye.
Sosok yang jadi sasaran penyiraman tampak panik dan berulang kali berusaha melarikan diri dari kejaran para pelaku.
Dalam video tersebut tertulis keterangan besar berbunyi "Viral Pemuda di Bogor Basmi Kaum Pelangi dengan Disiram Air Kencing".
Informasi yang beredar menyebutkan aksi itu tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan digelar sejumlah pemuda di beberapa titik di Kota Bogor, mulai dari kawasan BTM, Pasar Anyar, hingga Terminal Bubulak.
Aksi tersebut diklaim sebagai bentuk penolakan terhadap keberadaan kelompok LGBT di ruang publik yang dinilai telah meresahkan warga.
Meski disebut sebagai aksi "bersih-bersih", tindakan mengejar dan menyiram orang lain dengan cairan yang diklaim air kencing berpotensi masuk kategori tindak pidana penghinaan hingga perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Status seseorang sebagai bagian dari kelompok LGBT memang masih menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran
Namun, hal tersebut tidak lantas dapat dijadikan alasan untuk bertindak main hakim sendiri kepada mereka yang tergabung dalam kelompok.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah setempat terkait video yang telah tersebar luas di media sosial ini.
Berita Terkait
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
Peron Baru Stasiun Bogor Beroperasi Hari Ini, Siap Layani KRL 12 Gerbong
-
Kemarau Mulai Terasa, Debit Ciliwung di Bendungan Katulampa Turun Drastis
-
Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran
-
Valas Rp476 Miliar dan 74 Kg Emas Disita, Brankas Rahasia di Sentul Dibongkar Polisi
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026
-
Cara Belanja di Singapura dan Jepang Pakai BRImo, Tanpa Tukar Mata Uang
-
Mario Aji dan Veda Ega Ajak Masyarakat Ramaikan Gelaran MotoGP Mandalika 2026
-
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Gelar 2nd Fun Kids Swimming Competition
-
Langgar Tradisi FIFA, Donald Trump Tetap akan Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026