Suara.com - Pemberitaan bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi perbincangan netizen. Tidak sedikit yang mengaku gemetar hingga mual dan muntah, karena video dan foto tubuh pelaku berserakan di media sosial.
"OH GOD barusan liat foto orang yang bom bundir skananjananjshahha gemetar nya ga ilang2 ini," tulis @form******** sembari menyertakan emoji menangis, di Twitter.
"Effect ngeliat gambar bom bunuh diri, gue lgsg auto mual. Pusing bgt kepala, mau muntah rasanya," tulis @Shn****.
Jika ini terjadi pada Anda, hati-hati, sebab gemetar, pusing, muntah, yang diiringi jantung berdebar kencang bisa jadi tanda serangan panik.
Mengutip Hello Sehat, serangan panik terjadi karena rasa takut yang amat sangat dan memicu reaksi fisik tertentu. Serangan semacam ini dapat membuat seseorang merasa panik tanpa ada alasan jelas.
Saat mengalami serangan panik, Anda bisa benar-benar merasa ketakutan seolah nyawa sedang terancam dan dihadapkan pada bahaya, meski sebenarnya tidak sedang terjadi apapun yang membahayakan nyawa.
Meski secara umum serangan panik bukan gangguan mental yang membahayakan nyawa, kondisi ini bisa terasa menakutkan bagi orang yang mengalaminya. Belum lagi, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Serangan panik atau panic attack adalah munculnya rasa takut berlebihan yang terjadi secara tiba-tiba dan bisa bertahan selama beberapa menit. Ciri-ciri atau gejala dari panic attack yang bisa Anda waspadai termasuk:
- Palpitasi atau jantung berdegup kencang dan tak beraturan.
- Berkeringat.
- Tubuh gemetar.
- Napas terengah-engah.
- Rasanya seperti sedang dicekik.
- Nyeri dada atau dada terasa tak nyaman.
- Mual dan perut terasa tak nyaman.
- Kepala terasa pusing dan ingin pingsan.
- Sensasi mati rasa.
- Takut tidak bisa mengontrol diri atau menjadi tak terkendali.
- Merasa takut akan mati detik itu juga.
Oleh karena itu, jika Anda merasakan satu atau lebih dari gejala dari salah satu jenis gangguan kecemasan tersebut, lebih baik segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter yang tepercaya.
Baca Juga: Pemberitaan Bom Bunuh Diri Astanaanyar Bikin Takut dan Cemas Berlebih, Cara Atasinya Gimana?
Jika tidak segera mendapatkan penanganan, panic attack bisa memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan. Setelah mengalami serangan panik, Anda mungkin akan takut dan khawatir akan munculnya serangan-serangan yang sama di kemudian hari.
Rasa takut dan khawatir yang berlebihan akhirnya mengganggu dan mengacaukan kualitas hidup Anda. Sebelum ini terjadi, Anda perlu mengetahui bagaimana cara mengobati serangan panik.
Pertama adalah dengan terapi psikologi atau psikoterapi. Terapi ini dapat membantu Anda memahami kondisi yang sedang dialami, dan bagaimana cara menghadapinya (jika terjadi di kemudian hari).
Selama proses psikoterapi ini, ahli terapi akan membantu Anda secara perlahan untuk merasakan gejala-gejala yang muncul saat terjadi panic attack, tapi tentu dilakukan secara aman.
Saat sensasi fisik yang Anda lakukan tidak lagi terasa berbahaya, serangan-serangan yang Anda alami akan mulai terasa berbeda atau justru berkurang frekuensinya.
Kedua, adalah penggunaan obat-obatan. Ada beberapa jenis obat yang mungkin akan diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi ini, di antaranya:
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi