Suara.com - Penyakit bibir sumbing dan katarak masih menjadi masalah bagi penduduk Indonesia, terutama di daerah. Padahal, dampak kedua penyakit ini sangat besar bagi kualitas hidup.
Pada kasus bibir sumbing, pasien berisiko mengalami fungsi makan yang terhambat, berbicara, pendengaran, dan psikososial. Belum lagi risiko percaya diri karena fisik yang berbeda.
Semantara itu, katarak diketahui jadi penyebab kebutaan terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, dua penyakit ini yang jadi fokus kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh dokter-dokter dari Yayasan Gebyar Dunia Satu, yang dibentuk oleh anggota Ikatan Alumsi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1997. Yayasan ini telah menyelenggarakan kegiatan pertamanya, yaitu bakti sosial (baksos) terpadu di Kabupaten Sukabumi selama 3 hari pada tanggal 25-27 November 2022.
Operasi dilakukan di RSUD Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat. Pasien katarak yang dilakukan operasi berjumlah 40 orang, sedangkan yang dilakukan operasi sumbing bibir berjumlah 5 orang dan operasi sumbing langit-langit berjumlah 5 orang.
Operasi katarak melibatkan 6 orang dokter spesialis mata, sedangkan operasi bibir sumbing melibatkan 2 orang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik. Untuk operasi bibir sumbing, pasien termuda berusia 4 bulan, yang tertua berusia 22 tahun.
"Saya sangat mendukung bakti sosial yang diadakan oleh dokter-dokter dari yayasan Gebyar Dunia Satu dan ILUNI FKUI 1997. Harapan saya di suatu saat nanti kita bisa bekerja sama kembali, dan antusias masyarakat yang masuk ke saya itu cukup baik, jadi harapan ke depan semoga bisa diadakan kembali baksos dan bekerja sama dengan RS Jampangkulon," ujar dr. Lusi Apriani, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Jampangkulon, dalam keterangannya pada wartawan.
Selain operasi, dilakukan juga penyuluhan kesehatan di Aula Kantor Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Peserta penyuluhan kesehatan berjumlah 47 orang, yang terdiri dari para bidan desa, kader dan ibu-ibu PKK.
Topik penyuluhan kesehatan ada 3, yaitu mengenai HIV/AIDS, pentingnya imunisasi dan obat yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak. Topik HIV/AIDS dipilih, karena kecamatan Ciracap merupakan daerah wisata sehingga rentan terhadap penyebaran penyakit ini. Pentingnya imunisasi dipilih untuk dijadikan sebagai topik penyuluhan karena cakupan imunisasi lanjutan di kecamatan Ciracap masih rendah. Obat yang menyebabkan gagal ginjal akut pada anak juga dijadikan topik penyuluhan karena pengetahuan petugas kesehatan dan masyarakat mengenai masalah ini masih kurang.
“Saya, mewakili warga masyarakat kecamatan Ciracap mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada tim dokter yang tergabung dalam Gebyar Dunia Satu, yang telah memberikan sosialisasi mengenai HIV, bibir sumbing, katarak dan lain-lain kepada masyarakat Ciracap, mudah-mudahan ilmu yang kami terima bermanfaat di masyarakat, dan semoga fasilitator yang memberikan materi mendapatkan kebaikan,” ucap Pak Dikdik, Kepala Pelayanan Publik Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan bakti sosial terpadu ini didukung oleh Smile Train, RSUD Jampangkulon, PT Rakhma Nasional Indonesia, dan beberapa perusahaan farmasi serta donator.
“Kami sebagai alumni FKUI berusaha untuk melanjutkan tridarma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat), salah satunya adalah dengan mengadakan bakti sosial ini. Kami berharap melalui pelayanan operasi katarak dan bibir sumbing (pengabdian masyarakat) serta penyuluhan (pendidikan) dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di Kabupaten sukabumi sebagai bagian dari warga negara Republik Indonesia. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memungkinkan kegiatan ini berlangsung,” ujar dr. Aryanto Z. Habibie, Sp.BP-RE, Ketua panitia bakti sosial terpadu Yayasan Gebyar Dunia Satu.
Berita Terkait
-
Cegah Kebutaan Akibat Katarak, BCA Gelar Operasi Katarak di RSUD Raja Ampat
-
Jutaaan Orang Indonesia Alami Masalah Penglihat, 80 Persen Lebih Disebabkan Katarak
-
Tips Cara Menjaga Mata Dari Katarak ala Dokter Spesialis Mata
-
Anak Asri Welas Idap Katarak Kongenital, Harga Kacamatanya Tembus Rp10 Juta
-
Anak dengan Katarak Kongenital Bisa Dapat Kacamata Gratis, Begini Caranya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat