Suara.com - Masalah vaginismus itu menyakitkan dan menjengkelkan, tetapi bisa diobati. Nah, kenapa bisa begitu? Memangnya apa itu vaginismus?
Dikutip dari nhs.uk, vaginismus adalah kondisi ketika vagina tiba-tiba mengencang saat Anda mencoba memasukkan sesuatu ke dalamnya. Praktisnya, vaginismus adalah reaksi otomatis tubuh terhadap ketakutan akan beberapa atau semua jenis penetrasi vagina.
Setiap kali penetrasi dicoba, otot-otot vagina Anda menegang dengan sendirinya dan tidak memiliki kendali. Kadang-kadang, kita bisa mengalami vaginismus bahkan jika kita sebelumnya menikmati seks penetrasi tanpa rasa sakit. Vaginismus tidak selalu memengaruhi kemampuan untuk terangsang dan menikmati jenis kontak seksual lainnya.
Apa yang harus dilakukan ketika merasakan vaginismus?
Jika Anda merasakan vaginismus, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter wanita. Pada saat itu, datanglah bersama seseorang yang Anda percayai untuk mendapatkan dukungan karena datang ke dokter bisa mendatangkan perasaan frustasi.
Pada saat pemeriksaan, dokter umumnya akan bertanya tentang gejala yang Anda rasakan dan meminta kesediaan Anda untuk memeriksa vagina Anda.
Tenang saja, pemeriksaan biasanya sangat cepat. Dokter akan melihat sekilas untuk memeriksa kondisi seperti infeksi lalu membantu mengatasinya.
Nantinya, setelah selesai melakukan pemeriksaan dan dokter yakin bahwa Anda mengalami kondisi vaginismus, Anda mungkin akan dirujuk ke spesialis, seperti terapis seks.
Pengobatan untuk vaginismus
Baca Juga: Jangan Salah! Di Sini Letak G-Spot Wanita, Dokter Boyke: Penis Sekecil Apapun Bisa Memuaskan
Perawatan dan pengobatan untuk vaginismus biasanya berfokus pada:
- Mengelola perasaan Anda seputar penetrasi
- Latihan untuk secara bertahap membuat Anda terbiasa dengan penetrasi
Perawatan awalnya dilakukan di bawah bimbingan terapis khusus. Anda kemudian biasanya diharapkan untuk berlatih beberapa hal sendiri di rumah. Terapis akan membekali Anda apa saja yang perlu dilakukan di rumah.
Jika Anda berada dalam suatu hubungan, Anda dapat memilih untuk melibatkan pasangan Anda supaya dia juga mengetahui keadaan Anda dan membantu Anda untuk bebas dari vagisnismus. Perawatan rutin umumnya berhasil membebaskan pasien vagisnismus dari masalah ini.
Jika Anda menjalani terapi secara konsisten, ada kemungkinan Anda dapat melihat kemajuan dan pemulihan dalam hitungan minggu.
Penyebab vaginismus
Alasan seseorang bisa terkena vaginismus tidak selalu jelas, tetapi beberapa hal yang dianggap menjadi penyebabnya, adalah hal-hal sebagai berikut:
1. Kekhawatiran vagina Anda terlalu kecil.
2. Pengalaman seksual pertama yang buruk.
3. Trauma, pernah mengalami pemeriksaan medis yang tidak menyenangkan.
4. Kondisi psikologis Anda percaya seks itu memalukan atau salah.
5. Kondisi medis yang menyakitkan, seperti sariawan di dinding vagina.
Demikian itu yang dapat dijelaskan dari apa itu vaginismus. Semoga dapat membantu Anda memahaminya.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak