- Peneliti PSKP UGM Arifah Rahmawati meminta Presiden Prabowo meninjau perpanjangan dana otsus Aceh yang berakhir 2027.
- Penghentian dana khusus pada 2027 berisiko memicu gejolak politik baru dan memperburuk krisis akibat bencana alam di Aceh.
- Keberlanjutan dana tersebut dinilai krusial untuk menuntaskan pembangunan jangka panjang wilayah Aceh pascakonflik.
Suara.com - Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM Arifah Rahmawati meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus) Aceh yang dijadwalkan berakhir pada 2027.
Keputusan menghentikan dana khusus di tengah ancaman krisis dan bencana dinilai justru menjadi pemantik gejolak politik baru di Aceh.
"Saya kira dari sisi formal pemerintah harus meninjau kembali aturan yang akan menghentikan dana khusus untuk Aceh," kata Arifah kepada Suara.com, Selasa (18/8/2026).
Langkah menghentikan dana otsus Aceh tersebut dianggap kontradiktif dengan iklim politik nasional. Pasalnya Prabowo memiliki utang politik dan basis dukungan besar dari masyarakat Aceh pada pemilu 2019 silam.
Belum lagi terkait hubungan personal yang erat antara Prabowo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).
"Jadi Prabowo seandainya dia memiliki perhatian dan keinginan baik, saya kira bisa menjadikan Aceh dan mungkin memperpanjang penurunan dana otonomi khusus untuk Aceh," tuturnya.
Arifah menilai keberlanjutan dana otsus penting untuk proses pembangunan Aceh pascakonflik yang belum sepenuhnya selesai.
Terlebih, masyarakat Aceh dalam beberapa tahun terakhir juga menghadapi bencana alam yang menambah beban pemerintah daerah.
Menurut dia, penghentian dana otsus pada 2027 berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak disiapkan dengan kebijakan pengganti yang memadai.
Baca Juga: Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
Pemerintah pusat dinilai perlu memastikan kebutuhan dasar masyarakat Aceh tetap terjamin setelah skema pendanaan khusus tersebut berakhir.
"Jadi tidak berhenti di tahun 2027 tapi akan diteruskan, bahkan kalau perlu ditambahkan dana khusus untuk rehabilitasi pasca bencana di Aceh," tandasnya.
Prabowo didorong untuk menjadikan keberlanjutan dukungan untuk Aceh sebagai kebijakan politik yang konkret.
Menurutnya, perhatian pemerintah pusat harus hadir sebelum keresahan masyarakat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
"Pembangunan pasca konflik itu tidak cukup hanya dengan penandatanganan MoU damai tapi sebuah proses membangun kembali yang sangat panjang," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Gejolak Aceh-Papua Dinilai Bukan Kebetulan, Negara Disebut Gagal Pahami Akar Masalah
-
Wanti-wanti Gus Lilur ke Prabowo, Jangan Biarkan Nama Presiden Dipakai Intervensi Muktamar NU
-
Jangan Terkecoh Visual! Pengamat Ungkap Makna di Balik Momen Mesra Jokowi-Prabowo
-
Tiru Sukses India, Gerindra Beberkan Alasan Prabowo Perjuangkan Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora
-
Mahasiswa UI Tuding Narasi Prabowo Berbanding Terbalik dengan Nasib Rakyat, Tarik Ucapannya!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Prabowo Diminta Perpanjang Dana Otsus Aceh di Tengah Keresahan Bulan Bintang
-
Tiga Dara | Duh! Ternyata Kita Paling Rendah Minum Susu se-ASEAN
-
Karhutla 1.120 Hektare Padam, Bromo Tengger Semeru Kembali Dibuka 20 Agustus
-
Hardikan Fathimah Azzahra ke Polisi: Bagi Anda Nyawa Teman Saya Tak Ada Artinya!
-
Operasi Karhutla Gunung Bromo TNBTS Selesai, Posko Resmi Ditutup
-
Review Coin Locker Babies: Dari Pengabaian Masa Kecil hingga Teror Kehancuran
-
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta di Singapura, Tiga Calon PMI Diduga Ditampung Dua Bulan di Bondowoso
-
Jateng Masuki Usia ke-81, Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah Tekankan Kunci Utama Kemajuan Daerah
-
Mahasiswa Kepung Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan Keras ke Pemerintah
-
Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah