Suara.com - Menjaga kesehatan miss v alias vagina merupakan hal yang penting dilakukan oleh perempuan. Pasalnya area miss v yang bersih sangat berpengaruh bagi kesehatan orang tersebut.
Selain itu, jika miss v kotor atau bau, itu akan sangat mengganggu. Kondisi tersebut juga berpengaruh langsung pada kepercayaan diri. Tidak hanya itu, perawatan miss v yang salah juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan vagina.
Bahkan hal-hal yang biasa dilakukan sehari-hari secara tidak sadar juga berpengaruh pada kesehatan miss v. Lantas apa saja kebiasaan sehari-hari yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan vagina?
Melansir Her Zindagi, Konsultan Kebidanan dan Kandungan di Rumah Sakit Manipal, Ila Jalote mengungkapkan, terdapat beberapa kebiasaan yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, di antaranya.
1. Menggunakan sabun di dalam area miss v
Rupanya menggunakan sabun di dalam vagina dapat berpengaruh pada kesehatan. Pasalnya, sabun mengandung bahan kimia yang bisa memengaruhi pH salam vagina. Kondisi tersebut dapat membuat infeksi pada area miss v.
2. Menggunakan produk beraroma
Perlu diketahui miss v sendiri berfungsi sebagai organ pembersihan dalam tubuh. Menggunakan produk berararoma mengandung bahan kimia yang dapat mengiritasi miss v. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan tubuh dan vagina.
3. Douching
Baca Juga: Warna Miss V Lebih Gelap Dibanding Area Lainnya, Normal Gak Sih?
Douching merupakan metode pembersihan miss v dengan cara menyuntikkan air ke bagian dalam. Biasanya perempuan melakukan hal ini setelah melakukan hubungan seks agar tidak hamil. Meski demikian, kebiasaan douching itu berisiko mengganggu pH vagina. Douching juga bisa membunuh bakteri baik di dalam miss v.
4. Tidak hati-hati menggunakan krim penghilang bulu
Bulu kemaluan adalah hal wajar untuk tumbuh. Namun, pada beberapa perempuan merasa tidak percaya diri akan hal tersebut. Oleh karena itu biasanya, para perempuan akan menggunakan krim penghilang bulu.
Meski demikian, tidak semua bahan krim penghilang bulu bagus untuk miss v. Hal ini karena miss v bisa saja alergi terhadap kandungan krim penghilang bulu tersebut. Selain itu, penggunaannya juga hanya diperbolehkan pada area luar. Jika krim masuk ke area dalam miss v, itu dapat membakar sehingga muncul iritasi.
5. Tidak rutin menggunakan pembalut
Saat menstruasi, para perempuan akan mengenakan pembalut. Biasanya, pembalut agak diganti setiap 4 hingga 5 jam, dan setidaknya 2-3 kali sepanjang hari. Jika perempuan jarang mengganti pembalut saat menstruasi itu meningkatkan risiko infeksi pads miss V.
Nah itu dia, beberapa kebiasaan sehari-hari yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan miss v. Untuk itu, perempuan penting menjaga kesehatan vagina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal