Suara.com - Anak makan sambil nonton TV atau pun digendong lalu diajak berjalan-jalan sekitar rumah mungkin jadi kebiasaan banyak orang tua sejak dulu.
Tetapi, kebiasaan itu sebaiknya harus segera dihentikan. Sebab, dokter anak mengatakan kalau distraksi saat anak makan lambat laun bisa jadi penyebab terjadinya Gerakan Tutup Mulut (GTM) alias malas makan.
Dokter spesialis anak dr. Novitria Dwinanda, Sp.A., menjelaskan bahwa adanya berbagai distraksi yang dilakukan, seperti tontonan, diajak naik odong-odong, sampai jalan-jalan sekitar rumah membuat anak tidak fokus dengan makanan yang ia santap sendiri.
"Dia gak tahu apa yang dikasih, dia gak tahu karena terpana oleh TV. Pada saat gak tau jadi sesuatu yang pasif, hanya jadi objek penderita dengan terus mangap. Ada satu saat nanti dia gak mau jadi objek, maka timbulkan GTM," jelas dokter Novitria dalam temu media Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, Selasa (8/8/2023).
Ia menyarankan agar anak selalu diajak betpartisipasi selama makan supaya dia tahu apa yang sedang dikonsumsinya. Dengan begitu, anak juga merasa dilibatkan dan paham yang ia santap.
Lama waktunya anak makan juga disarankan cukup 30 menit saja. Setelah itu, dokter Novitria menyarankan agar orang tu berhenti menyuapi anak meskilun makanannya belum habis atau anak belum kenyang. Itu sebabnya, selama waktu makan jangan ada distraksi apa pun.
"Karena anak dikasih makan nyamannya 30 menit pertama. Setelah itu, anak ngantuk, bosan, udah pengen lari sana-sani. Kalau dipaksa anak bisa trauma, sebal," imbuhnya.
Tanpa distraksi dan waktu makan cukup 30 menit sebenarnya bagian dari feeding rules atau aturan makan yang tepat bagi anak. Sebelum kedua hal tersebut bisa dilakukan, dokter Novitria mengingatkan hal utama yang penting juga jadwal anak makan harus sama setiap hari.
"Jadi di jam selalu tertib. Akhirnya anak akan terjadwal lapar di jam itu," imbuhnya.
Baca Juga: Ria Ricis Bingung Baby Moana GTM, Ibu Harus Gimana?
Sehingga, sekalipun anak makan tidak habis selama 30 menit itu, dia akan merasa lapar pada jam makan berikutnya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat