Untuk diagnosis, tes utama yang digunakan adalah reaksi berantai polimerase waktu nyata (RT-PCR) dari cairan tubuh dan deteksi antibodi melalui uji imunosorben terkait enzim (ELISA). Tes lain seperti uji reaksi berantai polimerase (PCR) dan isolasi virus dengan kultur sel juga dapat digunakan.
Pencegahan
Saat ini, belum ada obat atau vaksin yang spesifik untuk mengobati infeksi virus Nipah. Perawatan suportif intensif dianjurkan untuk mengatasi komplikasi pernapasan dan neurologis yang parah.
Pencegahan virus Nipah pada hewan, terutama babi, melibatkan pembersihan dan disinfeksi peternakan secara rutin dan menyeluruh. Karantina kandang hewan yang terinfeksi dan pemusnahan hewan yang terinfeksi mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko penularan.
Membangun sistem pengawasan kesehatan hewan dan satwa liar, dengan pendekatan One Health, juga penting untuk mendeteksi kasus Nipah dengan cepat. Ini memungkinkan otoritas kesehatan hewan dan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang efektif.
Dalam menghadapi ancaman virus Nipah, kesadaran masyarakat, kebersihan pribadi, dan pengelolaan keberagaman hayati menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai virus ini dan pengembangan vaksin yang efektif juga perlu menjadi fokus untuk mengatasi virus Nipah yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan hewan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api