Suara.com - Lama tak terlihat di layar kaca dan tak terdengar kabarnya, baru-baru ini Alice Norin mengejutkan penggemarnya. Ia mengumumkan terkena kanker sarkoma. Ini merupakan kanker yang dapat berkembang di otot rahim, simak gejala, penyebab, dan teknik pengobatan kanker sarkoma di bawah ini.
Alice Norin mengumumkan ia terkena kanker sarkoma di Instagram pribadinya. Perempuan berusia 36 tahun itu awalnya tak percaya ia terkena kanker sarkoma. Ia menjalani operasi pada 16 Desember 2023. Imbas dari penyakit kanker sarkoma yang diderita Alice Norin adalah ia mengalami menopause dini, artinya ia tidak bisa mempunyai anak.
Dikutip dari hellosehat.com, kanker sarkoma merupakan jenis kanker yang muncul di jaringan lunak seperti lemak, otot, saraf, jaringan fibrosa, pembuluh darah. Kanker sarkoma paling mudah muncul di lengan, tangan, dan kaki. Kanker ini juga bisa menyerang tulang.
Umumnya seseorang yang mengidap kanker sarkoma akan menunjukkan gejala sebagai berikut:
- Terlihat adanya benjolan yang dapat dirasakan melalui kulit.
- Benjolan menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa nyeri, dan bisa jadi juga tidak merasakan keduanya.
- Mengalami nyeri pada tulang dan ada juga yang dapat mengalami patah tulang karena cedera ringan atau tanpa cedera sama sekali.
- Mengalami sakit perut.
- Sering mengalami demam
- Rentang gerak tubuh mulai terbatas dan semakin terbatas sampai merasa tidak nyaman.
Gejala tersebut di atas akan mulai terasa ketika tumor memasuki tahap lanjut, seperti menekan saraf, organ, dan otot di sekitarnya. Kanker juga bisa menmbulkan rasa nyeri, kesulitan bernafas, dan perasaan kenyang di perut.
Penyebab kanker sarkoma
Penyebab penyakit kanker sarkoma belum diketahui secara pasti. Masih dilakukan penelitian mengenai hal ini. Tetapi, kesimpulan sementara para peniliti menunjukkan bahwa mutasi DNA dan lingkungan yang kurang sehat berperan dalam perkembangan kanker sarkoma ini.
Baca Juga: Alice Norin Divonis Kanker Sarkoma, Harus Operasi Besar dan Stop Tambah Anak
DNA adalah serangkaian instruksi sel untuk menjalankan tugas-tugasnya. Maka, jika terjadi mutasi DNA, itu artinya terjadi perubahan yang memungkinkan instruksi tersebut kacau sehingga memunculkan sel abnormal. Sel abnormal inilah yang menjadi kanker.
Pengobatan kanker sarkoma
Pengobatan kanker sarkoma dapat segera dilaksanakan setelah pemeriksaan dokter memastikan diagnosa melalui tes fisik, cek riwayat kesehatan, tes pencitraan, dan biopsi. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan dapat memastikan stadium kanker.
Perawatan dan pengobatan kanker sarkoma dapat dilakukan selanjutnya berdasarkan stadium tersebut. Sebab treatment untuk masing-masing itu berbeda, jadi harus dipastikan dulu stadium kanker yang diderita seseorang.
Pilihan pengobatan kanker sarkoma umumnya ada dua, yakni operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Pengobatan dengan operasi sangat jelas langkah-langkahnya yaitu dilakukan melalui pembedahan.
Sedangkan kemoterapi adalah langkah pengobatan yang memakan waktu cukup lama karena melalui cara minum obat-obatan yang bisa membunuh sel kanker. Terakhir adalah radioterapi yang mana merupakan pengobatan kanker dengan teknik terapi radiasi.
Demikian itu informasi tentang apa itu kaner sarkoma. Jaga kesehatan Anda agar terhindar dari penyakit mematikan.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Alice Norin Divonis Kanker Sarkoma, Harus Operasi Besar dan Stop Tambah Anak
-
Profil Alice Norin, Artis yang Ungkap Divonis Idap Kanker Sarkoma
-
Kronologi Alice Norin Divonis Kanker Sarkoma, Sakit di Bawah Perut Sejak Agustus 2023
-
Alice Norin Umumkan Divonis Idap Kanker Langka, Sarkoma
-
3 Artis Menangis Setelah Resmi TikTok Shop Ditutup, Ada Alice Norin hingga Lady Nayoan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi