Suara.com - World Health Organization (WHO) sangat merekomendasikan memberikan ASI eksklusif karena ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam enam bulan pertama kehidupannya. Selain itu, mengASIhi juga melindungi bayi dari penyakit umum pada masa kanak-kanak, membantu mengurangi risiko kegemukan dan obesitas dalam jangka panjang, serta menguatkan hubungan antara anak dan ibu.
Namun, proses mengASIhi tidak selalu mudah. Banyak ibu menghadapi tantangan, seperti kesulitan dalam menyusui langsung (direct breastfeeding) akibat perlekatan yang tidak sempurna, volume ASI sedikit, puting susu yang datar, atau kondisi medis tertentu. Namun, dukungan dan pertolongan yang tepat dapat membantu para ibu mengatasi tantangan ini.
Stefani Gabriela, seorang mom influencer yang pernah mengalami masalah menyusui anaknya secara langsung, menginisiasi acara Power Pump Mom untuk berbagi pengetahuan seputar mengASIhi lewat pemberian ASI perah.
Berdasarkan pengalamannya, Stefani memahami betul perjuangan para ibu dalam memberikan ASI kepada buah hati mereka. Itu sebabnya, melalui Power Pump Mom, Stefani ingin merangkul para ibu untuk saling berbagi pengalaman dan solusi, terutama dalam penggunaan alat pompa ASI untuk menghasilkan ASI perah ketika menyusui langsung tidak memungkinkan.
"Saya ingin mengapresiasi para ibu yang sudah berjuang dalam memberikan ASI kepada anaknya. Setiap tetes ASI yang kita berikan kepada anak adalah bentuk cinta dan dedikasi kita sebagai ibu. Tidak semua ibu bisa menyusui langsung dengan lancar dan butuh bantuan agar bisa tetap mengASIhi, ini merupakan kondisi yang wajar. Yang penting, para ibu tetap berusaha dan tak menyerah agar anak mendapatkan nutrisi yang optimal, misalnya dengan memerah ASI menggunakan pompa ASI. Jangan lupa juga untuk bahagia, karena ibu yang bahagia akan menciptakan anak-anak yang bahagia pula,” ujar Stefani ketika ditemui di Babywise Flagship Store BSD, Sabtu (8/3/2025).
Dalam acara yang sama, Stefani juga mendapat kehormatan untuk menerima Rekor MURI atas prestasinya sebagai ‘Ibu Menyusui dengan Ulasan Merek Pompa ASI Nirgenggam Terbanyak Melalui Media Sosial’.
Selama periode Januari hingga Februari 2025, Stefani telah mengulas 38 merek alat pompa ASI dengan berbagai bentuk dan model. Ulasan-ulasan ini dibagikan melalui akun media sosialnya, sehingga membantu banyak ibu dalam memilih pompa ASI yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Acara Power Pump Mom ini juga menghadirkan dr. Patricia Sowita, CIMI, seorang dokter laktasi yang memberikan penjelasan mendalam tentang pentingnya ASI dan bagaimana menghadapi tantangan dalam menyusui.
Menurut dr. Patricia, meskipun menyusui langsung adalah pilihan terbaik, tapi pemberian ASI perah hasil pompa ASI juga dapat dilakukan, terutama bagi ibu yang mengalami kesulitan dalam menyusui langsung.
Baca Juga: 6 Pertanyaan tentang Puasa bagi Ibu Menyusui, Apakah Mempengaruhi Kesehatan Bayi?
“ASI perah hasil pemerahan dengan pompa ASI tetap memiliki nilai nutrisi yang terbaik bagi bayi terutama usia 0-6 bulan, dibandingkan dengan makanan atau minuman lain. Bila kondisi Ibu tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung, tak perlu khawatir Ibu tetap dapat memberikan sang buah hati nutrisi terbaik bagi bayinya dengan cara menjaga pola makan dan istirahat yang cukup untuk menghasilkan ASI yang berkualitas. Untuk meningkatkan dan menjaga produksi ASI, Ibu dapat memompa ASI secara teratur,” jelas dr. Patricia.
Selain itu, dr. Patricia juga memberikan tips praktis bagi para ibu yang kesulitan dalam menyusui langsung, seperti cara menjaga produksi ASI, teknik memompa yang efektif, dan bagaimana menyimpan ASI perah dengan benar.
“Ada banyak hal yang harus ibu pelajari mulai dari cara memompa ASI sampai cara memberikan ASI perah terbaik agar hasilnya optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dan bertanya langsung kepada ahlinya. Rayakan semua pencapaian yang didapat dan tak perlu membandingkan diri dengan ibu lain karena kondisi setiap orang berbeda,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards