Menyadari risiko tersebut, beberapa merek kini beralih ke formula yang lebih ramah kulit dan alam, seperti:
- Menggunakan bahan alami (ekstrak oat, aloe vera) sebagai pengganti SLS.
- Surfaktan berbasis nabati seperti decyl glucoside yang lebih lembut.
- Bebas pewangi dan paraben untuk mengurangi risiko iritasi.
Mitos bahwa sabun berbusa lebih efektif membersihkan tidaklah benar. Faktanya, busa berlebihan sering kali disebabkan oleh bahan kimia seperti SLS yang dapat merusak kulit dan lingkungan.
Oleh karena itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih sabun, dengan memperhatikan komposisinya dan memilih produk yang lebih ramah bagi tubuh serta alam.
Jadi, jangan tertipu oleh banyaknya busa! Pilihlah sabun dengan bahan alami. Salah satunya seperti Gentle & Mild Wash and Shampoo dari Certive yang tidak mengandung SLS dan paraben, dan memiliki komposisi utama Oat Kernel Extract (ekstrak kulit gandum). Sabun ini juga tidak mengandung parfum atau pewangi tambahan sehingga memberikan perlindungan optimal yang bebas dari iritasi untuk kesehatan kulit si kecil.
Berita Terkait
-
Muncul Tren Skincare Pakai Sabun Cuci Piring, Amankah untuk Kulit? Ini Kata Ahli
-
KKN Unila Adakan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Ekonomis di Desa Pagar Buana Lampung
-
Tanpa Alkohol! 4 Gentle Toner untuk Kulit Sensitif dan Mudah Iritasi
-
Lembut dan Aman! 4 Face Wash Non-SLS Pilihan untuk Kulit Sensitif
-
3 Cleanser untuk Pria, Ampuh Bersihkan Kulit dari Kotoran Tanpa Ketarik
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards