- JEC Eye Hospitals and Clinics meraih dua Healthcare Asia Awards 2026 di Singapura pada Maret 2026.
- Penghargaan diberikan atas inisiatif penanganan mata kering terstandardisasi dan efisiensi JEC @ Tambora.
- JEC berkomitmen melanjutkan inovasi layanan kesehatan mata berstandar internasional di berbagai cabang Indonesia.
Suara.com - JEC Eye Hospitals and Clinics, jaringan rumah sakit mata terkemuka di Indonesia, kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional pada kuartal pertama 2026.
Dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026, JEC Eye Hospitals and Clinics berhasil meraih dua penghargaan bergengsi, yaitu Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima oleh Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan, JEC Group, pada Kamis, 26 Maret 2026 di Marina Bay Sands, Singapura, sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan JEC Eye Hospitals and Clinics dalam menghadirkan inovasi layanan klinis berbasis standardisasi serta keunggulan operasional yang terukur dalam memberikan layanan kesehatan mata berkualitas tinggi.
Healthcare Asia Awards sendiri merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada rumah sakit dan institusi layanan kesehatan di Asia yang terus mendefinisikan standar keunggulan industri, baik dari sisi kualitas klinis, inovasi layanan, maupun dampaknya terhadap komunitas.
Direktur Pengembangan & Pendidikan, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K), PhD mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi refleksi sekaligus pendorong bagi JEC Eye Hospitals and Clinics untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan mata di Indonesia.
"Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, tetapi juga merupakan validasi atas pendekatan kami dalam membangun layanan kesehatan mata yang terstandarisasi, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi JEC Eye Hospitals and Clinics sebagai salah satu eye care leader di Indonesia yang secara konsisten menghadirkan inovasi, standar klinis berkelas internasional, serta layanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir," kata dia, Sabtu (28/3/2026).
"Melalui inovasi seperti program penanganan mata kering yang terintegrasi serta penguatan sistem layanan bedah yang efisien, kami ingin memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan pengalaman layanan yang optimal. Ke depan, JEC Eye Hospitals and Clinics berkomitmen untuk terus menjadi rujukan utama dalam layanan kesehatan mata, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," imbuhnya.
Inovasi Layanan Mata Kering dan Efisiensi Operasi Jadi Kunci Penghargaan
Penghargaan yang pertama, yaitu Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia, diberikan atas program Integrated Dry Eye Standardisation and Awareness Programme yang dikembangkan oleh JEC Eye Hospitals and Clinics untuk meningkatkan kualitas diagnosis dan penanganan mata kering secara menyeluruh.
Baca Juga: Review Saksi Mata: Saat Fiksi Bicara Tentang Kebenaran yang Dibungkam
Di Indonesia, penyakit mata kering diperkirakan memengaruhi sekitar 27,5% populasi atau lebih dari 76 juta orang. Namun, kondisi ini masih sering kurang terdiagnosis dan penanganannya belum konsisten. Menjawab tantangan tersebut, JEC menghadirkan pendekatan terpadu yang menggabungkan edukasi publik dengan standardisasi protokol klinis di seluruh jaringan layanan.
Program ini dilengkapi dengan microsite edukasi serta alat penilaian mandiri berbasis gim menggunakan Dry Eye Questionnaire-5, yang memungkinkan skrining gejala secara lebih terstruktur. Lebih dari 400 pasien setiap tahun memanfaatkan kuesioner ini, sehingga mendorong konsultasi klinis lebih dini.
Selain itu, JEC Eye Hospitals and Clinics juga menyelenggarakan program observership internasional di Jepang dan Korea Selatan untuk memperluas wawasan dokter spesialis terhadap pendekatan diagnosis dan terapi terbaru.
Dalam satu tahun implementasi, program ini berhasil meningkatkan angka diagnosis mata kering rata-rata sebesar 30% di seluruh cabang JEC Eye Hospitals and Clinics, dengan beberapa pusat layanan mencatat peningkatan hingga 80% setelah penerapan protokol terstandarisasi.
Inisiatif ini juga menghadirkan layanan Dry Eye Spa, yang mengintegrasikan penanganan kelenjar meibomian berbasis protokol serta terapi intense pulsed light ke dalam perawatan rutin. Program pengembangan tenaga kesehatan mencakup lebih dari 150 dokter spesialis mata, lebih dari 400 perawat, dan lebih dari 650 tenaga kesehatan pendukung guna memastikan standar layanan yang konsisten di berbagai cabang JEC Eye Hospitals and Clinics.
Sementara itu, penghargaan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia diberikan atas kinerja operasional JEC @ Tambora yang menunjukkan efisiensi layanan serta kualitas klinis yang terukur.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya