Menurut American Chemical Society, warna urin terutama ditentukan oleh pigmen urokrom atau urobilin, yang merupakan hasil pemecahan hemoglobin dari sel darah merah yang telah tua. Salah satu faktor utama yang menyebabkan perubahan warna urin adalah tingkat hidrasi tubuh.
"Saat tubuh cukup terhidrasi, urin akan tampak kuning pucat karena lebih encer. Sebaliknya, ketika tubuh mengalami dehidrasi, warna urin cenderung lebih gelap karena mengandung lebih banyak limbah," katanya.
Selain itu, makanan tertentu juga dapat memengaruhi warna urin. Misalnya, mengonsumsi buah bit atau sayuran tertentu bisa menyebabkan urin tampak kehijauan.
Sementara itu, suplemen vitamin B dosis tinggi dapat membuat urin berwarna kuning cerah, dan suplemen herbal bisa menyebabkan urin berwarna kecokelatan atau merah.
Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan perubahan warna urin. Penggunaan obat-obatan dan infeksi saluran kemih (ISK) bisa membuat urin tampak keruh, gelap, atau bahkan berdarah akibat adanya bakteri, sel darah putih, atau sel darah merah. Gangguan pada hati atau penyakit ginjal juga dapat memicu perubahan warna urin.
Jika urin tampak lebih gelap dari warna kuning pucat yang ideal, disarankan untuk meningkatkan asupan air guna menjaga hidrasi tubuh.
Kim menambahkan bahwa mengonsumsi kafein dan alkohol dalam jumlah berlebihan dapat bertindak sebagai diuretik, yang menyebabkan tubuh lebih sering buang air kecil dan berisiko mengalami dehidrasi ringan.
Selain menjaga pola konsumsi cairan, Kim juga menyarankan untuk menghindari makanan serta minuman berwarna yang bisa mempengaruhi warna urin dan baunya.
Jika seseorang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu dan melihat perubahan warna urin yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
Menjaga kebersihan tubuh, termasuk mandi secara teratur dan merawat organ intim, dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih serta kondisi lain yang dapat mempengaruhi warna urin.
Jika perubahan warna urin terjadi secara terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak adanya masalah kesehatan yang mendasarinya.
Pemeriksaan lebih lanjut juga sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau pribadi dengan penyakit ginjal, gangguan hati, atau infeksi saluran kemih.
Berita Terkait
-
Kisah Dokter Gia Pratama Keluarkan Koin di Leher Balita Pakai Kateter Urin
-
Putin Selalu Bawa Pulang Urin dan Kotoran BAB Usai Kunjungan Luar Negeri, Alasannya Nggak Main-main!
-
Ilmuwan Temukan 'Sidik Jari' Makanan Ultra-Proses dalam Darah dan Urin
-
Belum Tentu Sehat, Urine Bening Bak Air Bisa Jadi Indikator Penyakit Tertentu
-
Hasil Tes Urine Positif Narkotika, Fachry Albar Cuma Bisa Nunduk dan Bungkam saat Ditanya Wartawan
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini