“Dengue adalah ancaman sepanjang tahun yang tidak mengenal batas usia atau wilayah. Karena itu, kami menyambut baik pendekatan komprehensif dan kolaboratif seperti KOBAR Lawan Dengue untuk mempercepat pencapaian target nasional,” ujarnya.
Selain pendekatan teknologi dan vaksinasi, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan promosi budaya 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang, serta mencegah gigitan nyamuk) tetap menjadi fondasi utama dalam pencegahan dengue.
Strategi ini dipadukan dengan penguatan layanan primer melalui pemerataan alat diagnostik cepat dan pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta.
Untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan, salah satu usulan yang tengah dipertimbangkan adalah penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Pengendalian Dengue.
Inpres ini diharapkan menjadi landasan hukum yang kuat dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, memperjelas peran masing-masing institusi, dan menjamin kesinambungan program hingga tingkat daerah.
Mewujudkan Indonesia bebas kematian akibat dengue pada 2030 bukanlah hal mustahil. Namun, dibutuhkan komitmen bersama, kepemimpinan yang kuat, serta kebijakan yang adaptif dan berbasis data.
Inisiatif seperti KOBAR Lawan Dengue membuktikan bahwa kolaborasi yang solid dapat membuka jalan menuju perubahan yang berdampak nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?