- PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk merampungkan penawaran umum terbatas senilai Rp237,2 miliar pada 20 Juli 2026.
- Dana hasil aksi korporasi tersebut digunakan untuk melunasi utang serta modal kerja operasional perusahaan.
- Dukungan pemegang saham utama memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnis pembayaran digital bagi UMKM.
Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) telah menyelesaikan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I). Hal ini melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan nilai sekitar Rp237,2 miliar.
Perseroan menyatakan aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan bisnis pembayaran digital di tengah pertumbuhan industri QRIS di Indonesia.
Manajemen menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penetrasi layanan pembayaran digital, khususnya di segmen UMKM, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai penyedia ekosistem pembayaran.
"Right issue ini kami posisikan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat mendukung arah bisnis di masa depan," ujar manajemen cashUP dalam siaran pers, Selasa (28/7/2026).
Ditambahkannya, penguatan modal ini turut membuka peluang lebih besar bagi Perseroan untuk memperluas kolaborasi dengan mitra strategis, guna membangun ekosistem pembayaran yang lebih komprehensif.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD telah berakhir pada 20 Juli 2026. Manajemen menyebut rights issue ini merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam memperkuat identitas perusahaan, struktur keuangan, serta pengembangan bisnis jangka panjang.
Sekitar 45,44 persen dari dana hasil rights issue akan digunakan untuk melunasi sebagian pokok dan bunga utang Perseroan kepada PT Bara Alam Utama.
Sementara itu, sisa dana dialokasikan untuk modal kerja operasional dan belanja modal, termasuk pengembangan produk cashSoftPOS serta perluasan basis merchant.
Perseroan juga memperluas kerja sama dengan berbagai institusi keuangan, mitra teknologi, dan mitra penyedia pengadaan guna membuka akses pembiayaan usaha bagi merchant, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga: Cari Dana Segar Buat Produksi Film dan Ekspansi, Emiten RAAM Mau Siapkan Rights Issue
Langkah penguatan modal tersebut dilakukan di tengah prospek industri pembayaran digital yang terus berkembang. Bank Indonesia menargetkan 60 juta masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif QRIS pada 2026.
Momentum tersebut tercermin pada kinerja operasional cashUP. Volume transaksi Perseroan meningkat dari 1,5 juta transaksi pada 2024 menjadi 2,1 juta transaksi pada 2025, atau tumbuh 41,6 persen secara tahunan.
Di sisi lain, nilai transaksi juga melonjak dari Rp0,9 triliun menjadi Rp1,6 triliun sepanjang 2025, atau meningkat 77,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan menilai tren QRIS Tap dan pembayaran berbasis Near Field Communication (NFC) yang mulai diterapkan di transportasi publik, area parkir, hingga sektor ritel turut membuka peluang bagi pengembangan cashSoftPOS, solusi pembayaran berbasis teknologi tap-to-phone yang dikembangkan perusahaan.
Berdasarkan hasil pelaksanaan HMETD, sebanyak 246.819.118 saham yang tidak diambil oleh pemegang saham lain diserap oleh dua pemegang saham utama Perseroan, yakni Andri Wijono Sutiono dan Hasim Sutiono selaku pembeli siaga, dengan nilai realisasi sekitar Rp58,74 miliar.
Langkah tersebut mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap strategi Perseroan dalam memperkuat fundamental keuangan sekaligus mempercepat ekspansi bisnis pembayaran digital.
Berita Terkait
-
Pembayaran Digital Meningkat, Gen Z Mulai Pilih untuk Berbisnis
-
Daftar Emiten Saham yang Right Issue Tahun 2026
-
Saham INET Melesat 24 Persen Usai Kantongi Restu OJK untuk Rights Issue Jumbo
-
Saham TECH Mau Right Issue, Dananya Mau Buat Apa?
-
Saham INET Meroket Lagi Hari Ini: YTD Tembus 1.200 Persen, Ada Update Right Issue
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Penjualan Semen SIG Tembus 18,27 Juta Ton, Naik 5,6% di Tengah Persaingan Ketat
-
Anggaran Militer Melejit Rp187 T, Kabinet Bayangan: Mau Perang dengan Korbankan Demokrasi?
-
Siap-Siap! Jatim Usulkan 2.100 Kursi CPNS 2026, Ini Bocoran Jadwalnya
-
IHSG dan Rupiah Melemah Usai Perry Warjiyo Mundur, Gubernur BI Buka Suara
-
Minat Investor Asing Akuisisi Bank Indonesia Masih Tinggi, Proses Merger BPR/BPRS Terus Bertambah
-
Menolak Punah: Komunitas Menjadi Benteng Utama Karya Musik dan Buku Indie
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI