Ketika seorang ayah menyempatkan waktu untuk hadir di sekolah anaknya, itu berarti ia memutuskan untuk hadir secara emosional, bukan hanya sebagai pencari nafkah.
Kehadiran ayah di hari pertama sekolah juga bisa mencairkan kekakuan antara anak dan lingkungan barunya. Anak merasa didukung, diperhatikan, dan lebih siap menghadapi perubahan.
Bahkan bagi ayah sendiri, momen ini bisa memperkuat ikatan batin dengan anak yang mungkin selama ini terasa renggang akibat kesibukan kerja.
Gerakan ini juga menunjukkan bahwa peran ayah tidak kalah penting dalam membentuk karakter anak.
Tidak hanya ibu yang harus menghadiri rapat sekolah, membaca laporan belajar, atau mengantar anak ke gerbang sekolah. Ayah juga bisa dan seharusnya melakukan hal yang sama.
Imbauan ASN untuk Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
Dalam rangka mendukung gerakan ayah mengantar anak sekolah, BKKBN telah mengatur mekanisme khusus untuk ASN.
Para pegawai negeri diperbolehkan mengantar anak di hari pertama sekolah dan melakukan presensi kerja langsung di sekolah anak mereka, menggunakan kode “RL”. Setelah itu, mereka diharapkan kembali ke kantor paling lambat pukul 12.00 WIB.
Kebijakan ini disertai dengan arahan teknis, seperti menyertakan bukti kehadiran atau tangkapan layar pengumuman sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan bahwa mereka serius mendorong budaya baru dalam pengasuhan. Imbauan ini tidak dimaksudkan untuk menekan, melainkan memberi contoh.
Baca Juga: 5 Pilihan Sepatu Terbaik untuk Anak Sekolah, Brand Lokal Kualitas Internasional
Jika para ASN dapat menjadi pelopor, bukan tidak mungkin masyarakat umum pun tergerak untuk mengikuti.
Dengan begitu, gerakan ayah mengantar anak sekolah bisa tumbuh menjadi tradisi tahunan yang memberi makna, bukan sekadar seremonial belaka.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
5 Pilihan Sepatu Terbaik untuk Anak Sekolah, Brand Lokal Kualitas Internasional
-
Sedih, Dua Sekolah ini Hanya Dapat 1 Murid di Tahun Ajaran Baru
-
Dukung Anak Tampil Percaya Diri Sejak Dini, Mulai dari Pilihan Pakaiannya!
-
Sediakan Kuota 4.932 Kursi, Pemprov Jakarta Mulai Uji Coba Sekolah Swasta Gratis Hari Ini
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital