Suara.com - Impian besar bangsa telah dicanangkan, yaitu mewujudkan Indonesia Emas 2045. Visi ini tak hanya sekadar angan, tetapi juga bertumpu pada potensi besar dari bonus demografi yang diproyeksikan terjadi pada 2030-2040.
Namun, potensi ini dapat berubah menjadi bencana demografi jika tidak dipersiapkan dengan matang. Salah satu kunci utamanya adalah memastikan generasi muda mendapatkan nutrisi yang optimal.
Sayangnya, data dari Badan Gizi Nasional mengungkapkan fakta yang memprihatinkan: 60% anak Indonesia tidak pernah minum susu.
Kondisi ini menggarisbawahi urgensi pemenuhan gizi yang seimbang, dimulai dari bekal harian hingga asupan nutrisi lengkap lainnya, sebagai fondasi untuk mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan tangguh.
Melihat tantangan ini, berbagai pihak, termasuk sektor swasta, turut mengambil peran. Salah satunya vidoran, produsen nutrisi dan multivitamin anak yang berkomitmen penuh untuk menyiapkan generasi emas melalui program berkelanjutan.
Sebagai wujud dari komitmen tersebut, program "Dunia S.M.A.R.T vidoran Bekal Bergizi Generasi Emas" dihadirkan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya nutrisi yang tepat, stimulasi, dan pendidikan bagi tumbuh kembang anak, dimulai sejak masa kehamilan hingga usia tumbuh kembang.
"Hadirnya kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami untuk meningkatkan kesadaran para ibu akan pentingnya akses nutrisi yang tepat, yakni makanan gizi seimbang dan susu," jelas Diana Theodora, General Manager Brand Communication & Content Health Care Tempo Scan Pacific.
Aksi Nyata Menyiapkan Generasi Emas
Program ini telah dimulai sejak tahun 2023, mencakup edukasi bagi lebih dari 6.000 ibu hamil di berbagai wilayah di Indonesia untuk membantu intervensi stunting sejak dini.
Baca Juga: Jangan Cuma Kejar Kuantitas, Nutrisi Ibu Juga Penting untuk Kualitas ASI Bagi Bayi
Selain itu, ada juga kolaborasi dengan sekolah-sekolah di seluruh Indonesia melalui pengadaan Kantin Bergizi Generasi Emas, yang menyediakan makanan dan susu untuk memastikan siswa mendapatkan gizi lengkap.
Komitmen untuk Masa Depan Indonesia
Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung Indonesia Emas 2045, Aviaska, Managing Director Cosmetic, Consumer & Health Care Division Tempo Scan, menegaskan bahwa membangun generasi sehat, cerdas, dan berkualitas adalah bagian dari kontribusi nyata perusahaan bagi masa depan bangsa.
Melalui program-program berkelanjutan ini, pentingnya bekal bergizi bukan hanya sekadar urusan personal, melainkan juga investasi strategis untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Langkah kecil menyiapkan bekal sehat setiap hari adalah kontribusi besar untuk masa depan Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi