Dengan tekanan untuk tampil langsing di masyarakat, orang yang mengalami penurunan berat badan yang kemudian naik kembali seringkali terjebak dalam siklus diet yang berulang, yang dikenal sebagai diet yo-yo.
Siklus ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, masalah pembuluh darah, dan risiko diabetes yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, penting untuk fokus pada kebugaran daripada berat badan. Aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti bersepeda, hiking, atau bahkan berkebun, dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Dr Erlanger menekankan bahwa untuk meningkatkan kesehatan, kaki lebih baik daripada terfokus pada penurunan berat badan.
Sayangnya, banyak orang yang memilih untuk mengejar tubuh yang lebih kecil daripada kesehatan yang lebih baik.
Kesehatan harus menjadi prioritas utama. Sebelum mengikuti tren diet terbaru, renungkan untuk berolahraga dan menikmati aktivitas fisik.
Olahraga mempunyai dampak positif yang signifikan pada setiap sel dalam tubuh. Anda bisa tetap sehat dan bugar meskipun berat badan tidak sesuai harapan.
Fokus pada kebugaran dan kesehatan akan memberikan manfaat jangka panjang, bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Baca Juga: Bukan Egois tapi Self-Love: Kenapa Punya 'Boundaries' Itu Penting Banget
Berita Terkait
-
Bukan Egois tapi Self-Love: Kenapa Punya 'Boundaries' Itu Penting Banget
-
5 Pilihan Obat Batu Ginjal Berbahan Herbal, Aman untuk Kesehatan Ginjal dan Ampuh
-
Registrasi Ulang BPJS Dimulai dan Tunggakan Dihapus, Apa Artinya untuk Kita?
-
Tunggakan 23 Juta Peserta BPJS Kesehatan Bakal Dihapus Pemerintah, Tapi Wajib Lakukan Ini
-
Kabar Gembira! Utang BPJS 23 Juta Orang Bakal Lunas, Cak Imin Umumkan Pemutihan Iuran di 2025
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi