- Angka obesitas Indonesia meningkat dan menjadi darurat kesehatan; dr. Ingrid menegaskan obesitas berdampak pada organ vital dan bukan sekadar soal ukuran tubuh.
- Diet cepat dianggap tidak efektif karena hanya menurunkan cairan dan otot; penurunan berat badan sehat harus bertahap dan konsisten.
- Bethsaida Hospital membuka Klinik Gizi untuk membantu masyarakat mengatasi obesitas dan masalah gizi dengan pendampingan dokter spesialis.
Pola makan seimbang, pengaturan porsi, peningkatan konsumsi serat, membatasi gula dan garam, serta menjaga ritme makan menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki gaya hidup.
Aktivitas fisik pun tak kalah penting, dengan rekomendasi minimal 150 menit olahraga per minggu ditambah latihan kekuatan otot 2–3 kali dalam tujuh hari.
“Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak bertahan lama,” tambahnya.
Kondisi darurat pola hidup tak sehat ini mendorong berbagai institusi kesehatan untuk mengambil langkah nyata, salah satunya Bethsaida Hospital Gading Serpong.
Rumah sakit ini menghadirkan Klinik Gizi yang berfokus menangani berbagai masalah gizi, termasuk obesitas, gizi kurang, kolesterol, diabetes, dan penyakit metabolik lainnya.
dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, menegaskan komitmen tersebut. Pihaknya percaya bahwa pengaturan gizi yang tepat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.
"Karena itu, Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan yang ditangani oleh dokter spesialis gizi klinik agar pasien mendapatkan solusi yang aman, terarah, dan berbasis kebutuhan medis masing-masing,” tutupnya.
Indonesia membutuhkan perubahan budaya hidup mulai hari ini. Kesadaran masyarakat untuk menjaga pola makan, lebih aktif bergerak, dan tidak tergiur solusi instan harus terus dibangun.
Sebab, jika tidak ditangani dengan serius, darurat pola hidup tak sehat ini dapat menjadi ancaman besar bagi kesehatan bangsa dalam jangka panjang.
Baca Juga: Lemak Perut Bikin Frustasi Pasca Melahirkan? Rahasia Tubuh Ideal Tanpa Sedot Lemak Terungkap!
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?