- Diabetes dan obesitas meningkat di Indonesia; Jakarta jadi salah satu daerah dengan risiko terbesar sehingga perlu pencegahan terpadu.
- Pemprov DKI dan Novo Nordisk meluncurkan Cities for Better Health untuk mendorong aktivitas fisik dan akses makanan sehat hingga 2030.
- PESTA Jakarta Sehat menghadirkan edukasi, skrining, dan aktivitas sehat bagi ribuan peserta sebagai upaya membangun gaya hidup sehat masyarakat.
Suara.com - Diabetes dan obesitas kini menjadi dua tantangan kesehatan terbesar di Indonesia, dengan angka yang terus meningkat setiap tahunnya. Menurut IDF Diabetes Atlas edisi ke-11 (2024), 20,4 juta masyarakat Indonesia hidup dengan diabetes, dan jumlah ini diprediksi melonjak hingga 28,6 juta pada 2050.
Perubahan pola makan, minimnya aktivitas fisik, dan meningkatnya gaya hidup serba cepat di kota besar menjadi penyumbang utama kondisi tersebut. Ketua Tim Kerja Metabolik dan Surveilans PKG Kementerian Kesehatan RI, dr. A. Muchtar Nasir, M.Epid, menegaskan urgensi untuk bertindak sejak sekarang.
“Beban obesitas dan diabetes di Indonesia semakin besar, dan jika tidak dikendalikan, akan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat dan kesehatan nasional. Upaya pencegahan harus dilakukan dari hulu melalui perbaikan lingkungan, edukasi, dan kebijakan yang membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih sehat," kata dia.
Untuk itu, kata dr. A. Muchtar menhatakan jika kolaborasi multisektor sangatlah penting karena pencegahan yang efektif tidak bisa berjalan tanpa dukungan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, akademisi, dan mitra.
Komitmen Jakarta Menghadapi Beban Penyakit Kronis
Sebagai kota megapolitan, Jakarta menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks. Tingkat stres yang tinggi, kemudahan akses makanan cepat saji, serta kebiasaan masyarakat yang kurang bergerak menjadi pemicu naiknya angka obesitas dan diabetes.
Kondisi ini disorot oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, M.M, yang mengatakan, Jakarta sebagai kota besar menghadapi tantangan kesehatan yang semakin kompleks, terutama terkait pola makan dan aktivitas fisik.
"Peningkatan obesitas dan diabetes menunjukkan bahwa kita perlu bergerak lebih cepat dan lebih terstruktur dalam upaya pencegahan,” ucap dia.
Melihat urgensi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Novo Nordisk Indonesia menghadirkan PESTA Jakarta Sehat di Gelora Bung Karno, sebuah acara edukatif yang mendorong masyarakat mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat.
Baca Juga: Bukan Gorengan, Ini 10 Ide 'Snack' Sehat yang Gampang Dibuat dan Gak Bikin Nyesel
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peluncuran program “Cities for Better Health”, sebuah kolaborasi strategis untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit kronis berbasis kota.
Cities for Better Health: Kolaborasi Lima Tahun untuk Jakarta yang Lebih Sehat
Program Cities for Better Health merupakan penguatan dari inisiatif Cities Changing Diabetes yang telah dijalankan sejak 2018–2021.
Kini, kolaborasi tersebut diperluas dan difokuskan melalui komitmen jangka panjang periode 2025–2030, dengan dua prioritas utama: meningkatkan aktivitas fisik serta memperluas akses masyarakat terhadap makanan sehat. Inisiatif ini disambut positif oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Kami menyambut baik kolaborasi dengan Novo Nordisk Indonesia melalui program ‘Cities for Better Health’. Tentunya ini akan membantu memperkuat program pencegahan obesitas dan diabetes di berbagai lapisan masyarakat, serta menjadi langkah penting menuju Jakarta yang lebih sehat,” tambah dia.
General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan, menegaskan visi perusahaan yanh selalu berupaya mendorong perubahan untuk mengatasi penyakit kronis, termasuk melalui upaya pencegahan dan kolaborasi lintas sektor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya