- Haloskin, klinik digital perawatan kulit dari Halodoc, menjawab kebutuhan akses perawatan dermatologi personal berbasis medis.
- Layanan ini memfasilitasi konsultasi dokter spesialis kulit tanpa tatap muka dan telah mendukung lebih dari 45.000 perawatan.
- Perawatan Haloskin diformulasikan personal di bawah pengawasan dokter spesialis kulit untuk hasil terukur dan aman.
Suara.com - Mengawali tahun baru, perhatian masyarakat Indonesia terhadap kesehatan diri semakin meningkat—termasuk urusan kulit. Bukan lagi sekadar soal glowing atau tren skincare, kini banyak orang mulai menyadari bahwa kondisi kulit setiap individu berbeda dan membutuhkan pendekatan yang tepat. Dari jerawat membandel, kulit kusam, hingga perubahan kulit akibat usia dan hormon, kebutuhan perawatan pun tak bisa disamaratakan.
Di tengah kesibukan sehari-hari, akses ke perawatan kulit yang aman, personal, dan berbasis medis menjadi tantangan tersendiri. Menjawab kebutuhan ini, Haloskin, klinik digital perawatan kulit dari Halodoc, hadir sebagai solusi yang mempermudah masyarakat mendapatkan perawatan dermatologi yang diformulasikan secara personal dan didampingi langsung oleh dokter spesialis kulit.
Sejak diluncurkan satu tahun lalu, Haloskin telah mendukung lebih dari 45.000 rangkaian perawatan kulit, menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan perawatan kulit yang tidak hanya praktis, tetapi juga sesuai standar medis. Melalui pendekatan digital, pengguna dapat mengakses konsultasi dokter spesialis kulit tanpa harus datang langsung ke klinik, sekaligus mendapatkan rekomendasi perawatan yang disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.
Haloskin dirancang untuk mendampingi kesehatan kulit di berbagai fase kehidupan. Mulai dari remaja yang baru belajar memahami kebutuhan kulitnya, individu dewasa dengan rutinitas padat, hingga orang tua yang kerap menomorduakan perawatan diri. Lewat kampanye #YouDeserveBetter, Haloskin mengajak masyarakat untuk tetap memberi ruang bagi diri sendiri, termasuk dalam menjaga kesehatan kulit, tanpa mengorbankan waktu dan kenyamanan.
Pengalaman personal ini dirasakan langsung oleh Mawar Juwita (29), salah satu pengguna Haloskin yang menjalani perawatan jerawat. Setelah mencoba berbagai produk tanpa hasil memuaskan, Mawar merasakan perubahan signifikan dalam waktu satu bulan sejak menggunakan rangkaian perawatan dari Haloskin. Jerawat aktif, komedo, dan bruntusan mulai memudar, dengan pendampingan dokter kulit yang responsif sepanjang proses perawatan.
“Rasanya seperti punya klinik pribadi di rumah, tapi tetap dengan harga terjangkau,” ujar Mawar.
Pengalaman serupa juga tercermin dari data internal Haloskin, di mana 4 dari 5 pengguna merasakan jerawat berkurang setelah pemakaian rutin selama 14 hari.
Sebagai klinik digital berbasis medis, Haloskin berada di bawah pengawasan Board of Dermatologist yang terdiri dari dokter spesialis kulit dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Hal ini memastikan setiap layanan dan formula perawatan dikembangkan berdasarkan standar keamanan, efektivitas, dan praktik klinis yang teruji.
dr. Rina Diana Winta, Sp.DVE, Board of Dermatologist Haloskin, menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap perbedaan kondisi kulit semakin meningkat.
Baca Juga: Skincare Apa Saja yang Sebaiknya Dipakai di Usia 50-an? Simak Anjuran Dokter Kulit
“Setiap orang memiliki kebutuhan kulit yang berbeda, dipengaruhi usia, aktivitas, dan kebiasaan sehari-hari. Karena itu, rekomendasi dari dokter spesialis kulit menjadi kunci agar perawatan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Di Haloskin, setiap formula perawatan disesuaikan dengan kondisi personal pengguna menggunakan kandungan aktif berstandar medis. Pengguna juga mendapatkan pendampingan dokter selama proses perawatan, sehingga perkembangan kulit dapat dipantau dan disesuaikan secara berkala.
Pendekatan menyeluruh ini mencakup penilaian kondisi kulit oleh dokter, rekomendasi produk yang dipersonalisasi, serta akses konsultasi dan pendampingan selama 30 hari penuh. Dengan begitu, perawatan kulit tidak lagi bersifat coba-coba, melainkan terukur dan aman.
Memasuki tahun 2026, Haloskin juga memperluas pilihan rangkaian perawatan untuk menjawab kebutuhan kulit yang semakin beragam, mulai dari jerawat, kulit kusam, lipatan gelap, tanda penuaan, chicken skin, hingga perawatan khusus bagi ibu hamil dan menyusui dengan formulasi yang disesuaikan.
Melalui layanan ini, Haloskin mempertegas perannya dalam membuka akses perawatan kulit personal berbasis medis yang efektif, aman, dan terjangkau. Lebih dari sekadar perawatan kecantikan, Haloskin menjadi bagian dari upaya Halodoc dalam menyederhanakan akses kesehatan, agar setiap individu dapat merawat kulitnya dengan lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga