- Maia Estianty menjadi Duta Kampanye "Kenali Cacar Api" mengusung pesan menua sehat dan produktif bersama RS Siloam dan GSK.
- Cacar api disebabkan reaktivasi Varicella Zoster akibat penurunan imunitas seiring usia, berisiko menyebabkan komplikasi serius.
- Pencegahan penting melalui gaya hidup sehat dan vaksinasi, terutama bagi dewasa dan penderita penyakit penyerta, berdasarkan rekomendasi dokter.
Berdasarkan rekomendasi Satgas Imunisasi PAPDI tahun 2025, vaksin Herpes Zoster dianjurkan bagi pasien dengan penyakit jantung, diabetes, dan gangguan ginjal.
Vaksinasi dinilai sebagai langkah proaktif untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup di masa mendatang, sekaligus membantu mengurangi risiko terkena cacar api dan mencegah komplikasi berbahaya apabila infeksi tetap terjadi.
Komitmen pencegahan ini juga ditegaskan oleh dr. Johan Wijoyo, Head of Medical Adult Vaccine GSK Indonesia. Ia menyatakan bahwa GSK secara aktif mendukung upaya pencegahan penyakit menular melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kami aktif meningkatkan kesadaran publik melalui edukasi khusus tentang pentingnya pencegahan cacar api atau Herpes Zoster, termasuk vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif. Kami percaya bahwa edukasi dan akses informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, GSK Indonesia telah menjalin kerja sama resmi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama.
Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses edukasi, mempermudah konsultasi medis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dewasa akan pentingnya pencegahan penyakit dan vaksinasi.
Selain itu, GSK juga menghadirkan chatbot WhatsApp KECAPI (Kenali Cacar Api) yang memudahkan masyarakat memperoleh informasi seputar cacar api dan pencegahannya, serta terus memperluas kampanye edukasi melalui berbagai platform digital.
Cacar api sendiri perlu diwaspadai karena risikonya cukup tinggi. Sekitar 9 dari 10 individu dewasa berusia di atas 50 tahun sudah membawa virus penyebab cacar api dalam tubuhnya, dan 1 dari 3 orang dewasa berisiko mengalami cacar api sepanjang hidupnya.
Meski tidak menular secara langsung dari satu orang ke orang lain, penderita cacar api aktif dapat menularkan virus melalui kontak langsung dengan cairan lepuhan, yang dapat menyebabkan cacar air pada individu yang belum pernah terinfeksi sebelumnya.
Baca Juga: Cerita Habib Jafar Lempar Batu ke Gereja, Bukan Gara-Gara Benci Tapi Penasaran Bunyinya
Komplikasi paling umum dari cacar api adalah nyeri pascaherpes, yang dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah ruam sembuh.
Selain itu, cacar api juga dapat menimbulkan komplikasi lain seperti gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, hingga gangguan serebrovaskular, dengan risiko yang meningkat pada usia lanjut.
Melalui pesan ageing gracefully yang disuarakan Maia Estianty, kampanye “Kenali Cacar Api” mengingatkan bahwa menua dengan sehat adalah pilihan yang bisa diupayakan.
Dengan gaya hidup sehat, kesadaran akan risiko penyakit, serta langkah pencegahan seperti vaksinasi, masyarakat diharapkan dapat terus menikmati hidup yang aktif, produktif, dan berkualitas hingga usia lanjut.
Berita Terkait
-
Lolos Audisi Indonesian Idol, Fajar Sadboy Siap Tinggalkan Pekerjaan
-
Maia Estianty Mimpi Bertemu 3 Nabi, Apa Maknanya? Ini Penjelasan Habib Jafar
-
Fajar Sadboy Dapat Golden Ticket Indonesian Idol, Juri Kasih 4 Yes!
-
Cerita Habib Jafar Lempar Batu ke Gereja, Bukan Gara-Gara Benci Tapi Penasaran Bunyinya
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran