Health / Konsultasi
Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB
Ilustrasi Makan Berlebihan Saat Lebaran (AI Generate)
Baca 10 detik
  • Prof. Dr. Rimbawan menyatakan peralihan puasa ke makan besar berisiko mengganggu pencernaan dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
  • Dianjurkan memulai santap Lebaran dengan porsi kecil, menyeimbangkan asupan gizi, serta menjaga aktivitas fisik tetap berjalan.
  • Menjaga hidrasi, kualitas istirahat cukup, dan bijak menolak makanan berlebih penting untuk menikmati Lebaran tanpa penyesalan kesehatan.

3. Tetap Bergerak, Jangan Mager

Walaupun suasana liburan identik dengan santai, aktivitas fisik tetap penting. Jalan pagi, berkunjung ke rumah kerabat sambil berjalan kaki, atau olahraga ringan bisa membantu menjaga metabolisme tetap optimal.

4. Jaga Hidrasi dan Kualitas Istirahat

Sering kali kita lupa minum karena sibuk silaturahmi. Padahal, air sangat penting untuk membantu pencernaan dan menjaga energi.

Selain itu, tidur cukup juga membantu menjaga keseimbangan hormon dan kesehatan mental.

5. Bijak Menolak Tanpa Menyinggung

Salah satu tantangan terbesar saat Lebaran adalah “tidak enak” menolak makanan dari tuan rumah. Solusinya? Sampaikan dengan sopan bahwa Anda sedang menjaga kesehatan, atau pilih alternatif yang lebih ringan seperti buah.

Lebaran sejatinya bukan sekadar tentang makanan, tetapi tentang makna: saling memaafkan, bersyukur, dan merayakan kebersamaan.

“Pertahankan gaya hidup sehat dan nikmati Lebaran secara seimbang untuk mengurangi risiko penyakit kronis. Gaya hidup sehat juga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta membuat kita lebih produktif,” tutup Prof. Dr. Rimbawan.

Baca Juga: 10 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil untuk Orang Tua

Jadi, tidak perlu menahan diri sepenuhnya, cukup kendalikan. Karena Lebaran yang sehat adalah Lebaran yang bisa dinikmati tanpa penyesalan, bahkan setelah hari raya usai.

Load More