News / Nasional
Selasa, 17 Maret 2026 | 22:07 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil memastikan pasokan energi (BBM, LPG, listrik) nasional aman meskipun situasi geopolitik global sedang bergejolak.
  • Terdapat perkembangan positif terkait distribusi energi dunia di Selat Hormuz, memungkinkan komunikasi kapal selain dari AS dan Israel.
  • Pemerintah menjamin stok energi domestik terkendali, subsidi BBM tetap terjaga minimal hingga Hari Raya Idul Fitri usai.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga meski situasi geopolitik global tengah bergejolak.

Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, pemerintah disebut terus menjamin ketersediaan energi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga listrik, tetap dalam kondisi aman dan terkendali sesuai standar nasional.

Bahlil mengungkapkan bahwa di tengah ketidakpastian global, terdapat perkembangan positif terkait distribusi energi dunia, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

"Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz, itu, sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan, ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," ujar Menteri ESDM.

Untuk kondisi dalam negeri, Kementerian ESDM bersama badan usaha terkait terus melakukan pemantauan harian terhadap stok BBM. Hal serupa juga dilakukan pada sektor kelistrikan dan bahan bakar rumah tangga guna memastikan tidak terjadi gangguan pasokan.

"Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia, semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, sesuai dengan standar minimal stok nasional kita. Nah, untuk menyangkut dengan LPG, kita juga sekarang di akhir bulan ini, akan ada yang masuk juga. Jadi, relatif oke. Untuk Hari Raya Idul Fitri, nggak ada masalah. Batu bara juga untuk PLN, rata-rata (stok) di 14-15 hari, itu memang batas minimal standar nasional kita," jelasnya.

Ia juga menanggapi kekhawatiran publik terkait kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan harga, sekaligus berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, terutama setelah Lebaran.

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan negara lain tidak bisa dijadikan acuan langsung karena Indonesia memiliki sistem pengelolaan BBM yang berbeda, termasuk dalam hal subsidi dan harga pasar.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa subsidi BBM tetap berada di bawah kendali pemerintah setidaknya hingga periode Hari Raya Idul Fitri berakhir, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Rayakan Lebaran Mewah di Hotel Area Kuningan Jakarta dengan Promo Pay 1 Get 2

Pemerintah, kata dia, juga terus berusaha menjaga kestabilan harga energi selama harga minyak dunia masih berada dalam batas yang dapat dikelola oleh APBN.

"Tugas pemerintah, tugas pemimpin, itu menyelesaikan masalah. Bukan menghindari masalah. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utamanya pemerintah dan rakyat sendiri. Kita sama-sama menyelesaikan," tutup Bahlil Lahadalia.

(Antara)

Load More