- Menteri ESDM Bahlil memastikan pasokan energi (BBM, LPG, listrik) nasional aman meskipun situasi geopolitik global sedang bergejolak.
- Terdapat perkembangan positif terkait distribusi energi dunia di Selat Hormuz, memungkinkan komunikasi kapal selain dari AS dan Israel.
- Pemerintah menjamin stok energi domestik terkendali, subsidi BBM tetap terjaga minimal hingga Hari Raya Idul Fitri usai.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga meski situasi geopolitik global tengah bergejolak.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, pemerintah disebut terus menjamin ketersediaan energi, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga listrik, tetap dalam kondisi aman dan terkendali sesuai standar nasional.
Bahlil mengungkapkan bahwa di tengah ketidakpastian global, terdapat perkembangan positif terkait distribusi energi dunia, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
"Kita sedikit mendapat angin segar, dengan Selat Hormuz, itu, sudah mulai ada kebijakan tutup-buka. Artinya, bagi kapal-kapal, bagi negara-negara yang bukan Israel dan Amerika, itu bisa sekarang untuk terjadi komunikasi. Dan, ini sebenarnya adalah sebuah perkembangan yang positif," ujar Menteri ESDM.
Untuk kondisi dalam negeri, Kementerian ESDM bersama badan usaha terkait terus melakukan pemantauan harian terhadap stok BBM. Hal serupa juga dilakukan pada sektor kelistrikan dan bahan bakar rumah tangga guna memastikan tidak terjadi gangguan pasokan.
"Ketersediaan BBM, LPG, listrik untuk Indonesia, semuanya masih dalam keadaan terkendali, aman, sesuai dengan standar minimal stok nasional kita. Nah, untuk menyangkut dengan LPG, kita juga sekarang di akhir bulan ini, akan ada yang masuk juga. Jadi, relatif oke. Untuk Hari Raya Idul Fitri, nggak ada masalah. Batu bara juga untuk PLN, rata-rata (stok) di 14-15 hari, itu memang batas minimal standar nasional kita," jelasnya.
Ia juga menanggapi kekhawatiran publik terkait kemungkinan kenaikan harga BBM subsidi dalam waktu dekat. Menurutnya, pemerintah memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan harga, sekaligus berkomitmen menjaga daya beli masyarakat, terutama setelah Lebaran.
Bahlil menegaskan bahwa kebijakan negara lain tidak bisa dijadikan acuan langsung karena Indonesia memiliki sistem pengelolaan BBM yang berbeda, termasuk dalam hal subsidi dan harga pasar.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa subsidi BBM tetap berada di bawah kendali pemerintah setidaknya hingga periode Hari Raya Idul Fitri berakhir, sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Rayakan Lebaran Mewah di Hotel Area Kuningan Jakarta dengan Promo Pay 1 Get 2
Pemerintah, kata dia, juga terus berusaha menjaga kestabilan harga energi selama harga minyak dunia masih berada dalam batas yang dapat dikelola oleh APBN.
"Tugas pemerintah, tugas pemimpin, itu menyelesaikan masalah. Bukan menghindari masalah. Masalah rakyat adalah tanggung jawab utamanya pemerintah dan rakyat sendiri. Kita sama-sama menyelesaikan," tutup Bahlil Lahadalia.
(Antara)
Berita Terkait
-
Rayakan Lebaran Mewah di Hotel Area Kuningan Jakarta dengan Promo Pay 1 Get 2
-
10 Ucapan Sungkem Lebaran Bahasa Jawa Halus Kromo Inggil untuk Orang Tua
-
Dirut Jasa Marga Imbau Pemudik Pakai Aplikasi Travoy, Bisa Cek Lalu Lintas Real Time
-
Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026
-
25 Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Menyentuh Hati untuk Orang Tua dan Mertua
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
-
Mendagri dan Menteri PKP Bakal Revisi Definisi MBR Serta Menghapus Hambatan Domisili
-
Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?
-
Kasus Suap Impor Bea Cukai Masuk Tahap Penuntutan, Tiga Pejabat Segera Disidang
-
Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!
-
PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini
-
Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?