- Masyarakat urban kini meningkatkan kesadaran perawatan gigi selama Ramadan untuk mengatasi masalah bau mulut serta gigi sensitif.
- Konsumen lebih memilih produk perawatan mulut premium yang memiliki sertifikasi BPOM dan halal demi menjamin kualitas keamanan.
- Brand usmile Indonesia mencatat lonjakan pesanan 228% di TikTok Shop selama Ramadan karena pengaruh edukasi gaya hidup sehat.
Suara.com - Momen Ramadan dan Idulfitri selalu identik dengan silaturahmi, tradisi makan bersama, hingga sesi foto keluarga yang tak terhitung jumlahnya. Di tengah kemeriahan tersebut, muncul satu tren kesehatan yang semakin mencolok: kesadaran akan kesehatan gigi dan mulut (oral care).
Bagi masyarakat urban saat ini, kesehatan mulut bukan lagi sekadar rutinitas menyikat gigi pagi dan malam. Ia telah bertransformasi menjadi bagian vital dari self-care dan penunjang kepercayaan diri, terutama saat harus berinteraksi jarak dekat dalam waktu lama.
Masalah Klasik Saat Puasa: Bau Mulut dan Gigi Sensitif
Selama berpuasa, produksi air liur cenderung menurun, yang secara alami memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Tak heran jika pencarian akan solusi 'napas segar 12 jam' meningkat tajam. Selain itu, transisi makanan dari suhu ekstrem, seperti es buah yang dingin saat berbuka hingga hidangan panas saat Lebaran, sering kali memicu masalah gigi sensitif bagi mereka dengan lapisan email yang tipis.
Merespons kebutuhan ini, masyarakat kini lebih selektif dalam memilih produk. Produk dengan teknologi Enamel Repair (menggunakan mineral alami seperti Hydroxyapatite) dan teknologi odor-neutralizing menjadi incaran utama untuk menjaga kekuatan gigi sekaligus kesegaran napas.
Lonjakan Minat pada Produk Premium
Fenomena menarik terlihat pada data belanja digital awal tahun 2026. Masyarakat tidak lagi ragu berinvestasi pada produk perawatan mulut kategori premium. Salah satu pemain utama di balik tren ini adalah usmile Indonesia, yang mencatatkan lonjakan pesanan harian hingga 228% selama Ramadan. Hal ini membuktikan bahwa konsumen kini lebih memprioritaskan kualitas dan keamanan (sertifikasi BPOM & Halal) di atas sekadar harga murah.
Keberhasilan usmile mendominasi pasar TikTok Shop sebagai Top Premium Oral Care Brand juga menunjukkan pergeseran perilaku konsumen. Mereka kini lebih teredukasi melalui konten-konten informatif seperti podcast dan live talkshow yang membahas pentingnya menjaga estetika gigi tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Dalam periode Ramadan hingga awal April 2026, usmile bahkan tercatat sebagai salah satu brand premium oral care dengan penjualan tertinggi di TikTok Shop untuk kategori harga di atas Rp40.000.
Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Langkah Penting Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut
Di tengah tren tersebut, faktor keamanan dan kualitas produk tetap menjadi perhatian utama konsumen. Produk yang telah mengantongi izin BPOM serta sertifikasi halal cenderung lebih dipercaya oleh masyarakat.
Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, menyebut tingginya minat masyarakat terhadap produk oral care menunjukkan perubahan perilaku konsumen yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan gigi.
Menurutnya, selain fokus pada inovasi produk, edukasi mengenai kebiasaan perawatan gigi yang tepat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan konsumen.
Ke depan, tren perawatan gigi diperkirakan akan terus berkembang, tidak hanya berfokus pada kebersihan dan perlindungan, tetapi juga pada aspek estetika seperti warna gigi yang lebih cerah dan senyum yang lebih percaya diri.
Perubahan ini menunjukkan bahwa oral care kini telah bergeser dari sekadar rutinitas harian menjadi bagian dari gaya hidup modern yang berkaitan erat dengan kesehatan, penampilan, dan kepercayaan diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!