- Menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit serta menunjang kualitas hidup sejak usia dini hingga lanjut.
- Kebiasaan perawatan rutin dan akses layanan yang ramah keluarga membantu membangun kesadaran preventif, bukan sekadar pengobatan saat sakit.
- Upaya perluasan layanan kesehatan gigi di kawasan permukiman menjadi langkah strategis untuk mendekatkan perawatan berkualitas kepada masyarakat.
Suara.com - Banyak orang masih memandang perawatan gigi dan mulut sebagai kebutuhan sekunder—datang ke dokter gigi hanya ketika nyeri tak tertahankan. Padahal, kesehatan gigi dan mulut memiliki peran krusial dalam kualitas hidup seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Masalah gigi yang dibiarkan bukan hanya soal gigi berlubang atau bau mulut. Infeksi gusi, misalnya, dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan nutrisi akibat kesulitan mengunyah makanan. Pada anak-anak, kesehatan gigi yang buruk juga berpengaruh pada tumbuh kembang, kepercayaan diri, serta kemampuan belajar.
Perawatan Sejak Dini, Kunci Gigi Sehat Seumur Hidup
Membangun kebiasaan menjaga kesehatan gigi idealnya dimulai sejak usia dini. Anak-anak perlu dikenalkan pada rutinitas menyikat gigi yang benar, pemeriksaan gigi rutin, serta pengalaman ke dokter gigi yang menyenangkan agar tidak tumbuh rasa takut.
Sementara itu, orang dewasa kerap menghadapi tantangan berbeda, mulai dari karang gigi, gigi sensitif, hingga kebutuhan perawatan estetik dan ortodonti. Adapun lansia memerlukan perhatian khusus terkait kesehatan gusi, gigi tiruan, serta fungsi kunyah yang optimal. Inilah mengapa pendekatan family dental care menjadi semakin relevan—satu tempat yang mampu menjawab kebutuhan seluruh anggota keluarga secara menyeluruh.
Akses Layanan yang Nyaman dan Terpercaya
Kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi perlu diimbangi dengan akses layanan yang mudah dijangkau, nyaman, dan terpercaya. Lingkungan klinik yang ramah, tenaga medis profesional, serta transparansi dalam edukasi dan biaya menjadi faktor penting agar keluarga tidak ragu melakukan perawatan rutin.
Dalam konteks inilah, kehadiran fasilitas kesehatan gigi keluarga berperan strategis dalam mendorong perubahan pola pikir masyarakat—dari kuratif menjadi preventif.
Menjawab kebutuhan tersebut, Damessa Dental Care kembali menegaskan komitmennya dalam menyediakan layanan kesehatan gigi berkualitas dan berorientasi pada keluarga dengan meresmikan cabang ke-20 yang berlokasi di Jakarta Garden City.
Baca Juga: Inovasi Kedokteran Gigi yang Siap Ubah Layanan Kesehatan Mulut Indonesia
Cabang terbaru ini menjadi langkah strategis Damessa dalam memperluas jangkauan layanan, khususnya bagi masyarakat Jakarta Timur dan sekitarnya. Mengusung konsep family dental care, Damessa Jakarta Garden City hadir dengan fasilitas modern, ruang perawatan yang nyaman, serta tenaga medis profesional dari berbagai spesialisasi kedokteran gigi.
“Pembukaan cabang ke-20 ini merupakan tonggak penting bagi Damessa dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan gigi yang aman, nyaman, dan berorientasi pada keluarga,” ujar Direktur Damessa Family Dental Care, GomGom Sumpono.
Damessa Jakarta Garden City menyediakan layanan lengkap mulai dari perawatan gigi anak dan dewasa, ortodonti (behel), bedah mulut, perawatan estetik gigi, hingga prostodonti dan konservasi gigi. Seluruh layanan didukung oleh dokter gigi umum dan dokter gigi spesialis berpengalaman, dengan pendekatan pelayanan yang menekankan edukasi holistik, transparansi harga, serta kenyamanan pasien.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap kualitas, Damessa juga menerapkan standar prosedur medis yang ketat, teknologi perawatan terkini, serta lingkungan klinik yang ramah anak dan keluarga.
Dengan bertambahnya cabang Damessa, harapannya semakin banyak keluarga yang menyadari bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik—dimulai dari senyum yang sehat di rumah sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?