- Akademisi di berbagai universitas Indonesia meneliti tanaman herbal sebagai terapi pendamping untuk menekan pertumbuhan sel kanker secara medis.
- Berbagai bahan alami seperti kunyit, jahe, hingga daun sirsak mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi menghambat perkembangan sel kanker.
- Ahli menegaskan tanaman herbal hanya berfungsi sebagai pendukung terapi medis dan harus digunakan sesuai dengan anjuran dokter.
Dalam beberapa penelitian herbal, ciplukan juga dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan meningkatkan imunitas tubuh.
7. Tapak Dara
Tapak Dara termasuk tanaman yang sudah lama diteliti dalam dunia medis. Tanaman ini mengandung alkaloid vincristine dan vinblastine yang digunakan dalam pengobatan kanker modern.
8. Daun Sirsak
Daun Sirsak menjadi salah satu herbal yang populer di masyarakat. Menurut Guru Besar Institut Teknologi Bandung, Prof. I Ketut Adnyana, senyawa aktif daun sirsak disebut memiliki kemampuan menekan sel kanker.
Bahkan dalam paparannya, daun sirsak disebut menunjukkan hasil lebih baik dibanding tamoxifen dalam pengujian tertentu terhadap sel kanker.
9. Melinjo
Melinjo ternyata juga memiliki potensi antikanker. Biji melinjo mengandung gnetin C dan trans-resveratrol yang dipercaya mampu membantu menekan pertumbuhan sel kanker.
Prof. Ketut bahkan menyebut masyarakat Indonesia sudah akrab mengonsumsi melinjo dalam bentuk emping maupun sayur lodeh.
10. Keladi Tikus
Keladi Tikus dikenal sebagai salah satu tanaman herbal yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini telah diteliti karena memiliki kandungan aktif yang berpotensi membantu melawan sel kanker.
11. Lempuyang Wangi
Lempuyang Wangi termasuk tanaman herbal keluarga jahe yang disebut memiliki senyawa aktif antikanker berdasarkan penelitian ilmiah.
12. Temu Kunci
Temu Kunci mengandung berbagai senyawa bioaktif yang diteliti karena berpotensi menghambat pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh.
Baca Juga: Percantik Teras, Ini 5 Pilihan Tanaman Hias yang Mudah Dirawat
13. Bawang Tiwai
Bawang Tiwai atau bawang dayak berasal dari Kalimantan dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini dipercaya memiliki sifat antioksidan dan antikanker.
14. Biji Anggur
Biji Anggur kaya antioksidan seperti proanthocyanidin yang dipercaya membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
15. Propolis
Propolis merupakan zat alami yang dihasilkan lebah madu. Kandungan flavonoid dan antioksidannya sering diteliti karena berpotensi membantu menghambat pertumbuhan sel kanker.
Meski berbagai tanaman di atas memiliki potensi sebagai penghambat sel kanker, para ahli menegaskan bahwa herbal tidak boleh dijadikan pengganti pengobatan medis utama.
Pemeriksaan dokter, terapi medis, pola makan sehat, dan gaya hidup seimbang tetap menjadi langkah penting dalam penanganan kanker.
Berita Terkait
-
Percantik Teras, Ini 5 Pilihan Tanaman Hias yang Mudah Dirawat
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
-
6 Tanaman Hias yang Bisa Menyerap Kelembapan, Ruangan Jadi Lebih Nyaman
-
Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?