- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengonfirmasi empat kasus infeksi Hantavirus sepanjang tahun 2026.
- Hantavirus bukanlah penyakit baru karena telah diidentifikasi sejak tahun 1976 setelah diisolasi oleh ilmuwan dari Korea Selatan.
- Kemenkes mencatat 23 kasus Hantavirus di berbagai wilayah Indonesia selama 2024 hingga 2026 dengan tingkat kematian mencapai 13 persen.
Suara.com - Kasus Hantavirus sedang menjadi sorotan global setelah wabah infeksi terjadi di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sendiri mengonfirmasi adanya 4 kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026. Tiga pasien telah dinyatakan sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.
Munculnya virus ini memicu kekhawatiran publik: Apakah ini virus baru? Dan sebenarnya, Hantavirus ada sejak kapan?
Memahami sejarah virus ini sangat penting agar kita tidak terjebak dalam kepanikan yang tidak perlu, namun tetap waspada terhadap sumber penularannya.
Jejak Sejarah: Bukan Virus Baru
Meskipun baru kembali ramai dibicarakan di Indonesia pada tahun 2026, Hantavirus bukanlah "pemain baru". Secara medis, virus ini pertama kali diisolasi dan diidentifikasi secara resmi pada tahun 1976.
Nama "Hantavirus" diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Penemunya Adalah Dr. Ho-Wang Lee, seorang ilmuwan asal Korea Selatan yang berhasil mengisolasi virus tersebut dari paru-paru seekor tikus sawah (Apodemus agrarius).
Namun, jika kita melihat catatan sejarah lebih jauh, gejala penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah terdeteksi jauh sebelum tahun 1970-an.
Hantavirus di Masa Perang Korea (1950-an)
Baca Juga: Muncul 4 Kasus Hantavirus di Jakarta, Dinkes Beberkan Sumber Penularannya
Jauh sebelum namanya diresmikan, Hantavirus diduga kuat telah menginfeksi ribuan tentara selama Perang Korea (1951-1953).
Kala itu, lebih dari 3.000 tentara PBB menderita demam berdarah disertai gangguan ginjal yang misterius.
Penyakit ini awalnya dikenal sebagai Korean Hemorrhagic Fever. Meskipun para dokter saat itu tahu ada patogen yang menyerang, mereka belum bisa mengidentifikasi jenis virusnya hingga penemuan Dr. Lee dua dekade kemudian.
Evolusi Hantavirus di Dunia: dari Asia ke Amerika
Hantavirus memiliki dua kategori besar berdasarkan wilayah dan gejala klinisnya:
1. Hantavirus Dunia Lama (Old World): Ditemukan di Asia dan Eropa, biasanya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah dengan sindrom ginjal. Jenis inilah yang ditemukan di Korea.
Berita Terkait
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?